Konflik Bus Feeder vs Angkot di Beberapa Kota, Warga Pilih Mana?

Konflik Bus Feeder vs Angkot di Beberapa Kota, Warga Pilih Mana?

- detikNews
Senin, 23 Mar 2015 12:15 WIB
Konflik Bus Feeder vs Angkot di Beberapa Kota, Warga Pilih Mana?
(Foto: detikcom)
Jakarta - Niat pemerintah daerah menyediakan transportasi yang layak bagi warganya seringkali terhambat. Para sopir angkutan kota yang merasa 'lahannya' terganggu sering demo, menghadang bahkan melakukan tindakan rusuh. Padahal, warga bak raja yang berhak memilih angkutan mana yang ingin dinaikinya. Berikut konflik bus feeder versus angkot di beberapa kota.

(Foto: detikcom)

1. Bus Trans Bandar Lampung

(Foto: Wikipedia)
Bus Trans Bandar Lampung diresmikan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, di halaman kantor Pemkot Bandar Lampung pada 26 September 2011 lalu. Bus ini bertujuan menciptakan ketertiban lalu lintas yang aman dan nyaman. 60 Bus untuk tahap pertama disediakan untuk melayani berbagai trayek ke Lampung.

Namun, angkot yang trayeknya masih berlaku masih diizinkan beroperasi. Bus ini untuk mengimbangi angkot-angkot yang izin trayeknya sudah habis. Kebijakan Pemkot Bandar Lampung memang tidak lagi ada penambahan baru untuk transportasi umum jenis angkot. Sehingga pada tahun 2015, semua transportasi umum di jalur utama dilayani bus ber-AC ini.

Namun, apa lacur? Para sopir angkutan kota menilai keberadaan Bus Trans-Lampung itu bisa 'merebut' penghasilan mereka. Bahkan sopir-sopir angkot itu melakukan protes dengan mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan sehingga hampir membahayakan pengguna jalan lain. Bus Trans Bandar Lampung sampai dirusak dan dipecahkan kaca-kacanya oleh puluhan sopir angkot dengan menggunakan batu dan kayu pada November 2011 lalu.

Dari situs Institut Studi Transportasi (Intrans), PT Trans Bandar Lampung sendiri didirikan oleh para operator angkot untuk membangun Kota Lampung. Pemkot Lampung sendiri merencanakan Bus Trans Bandar Lampung untuk melayani jalur utama, sedangkan angkot akan difungsikan sebagai feeder atau pengumpan ke jalan-jalan yang lebih kecil dan jalan yang tak dilewati bus Trans Bandar Lampung dan angkot bisa memakai taksi argometer.

1. Bus Trans Bandar Lampung

(Foto: Wikipedia)
Bus Trans Bandar Lampung diresmikan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, di halaman kantor Pemkot Bandar Lampung pada 26 September 2011 lalu. Bus ini bertujuan menciptakan ketertiban lalu lintas yang aman dan nyaman. 60 Bus untuk tahap pertama disediakan untuk melayani berbagai trayek ke Lampung.

Namun, angkot yang trayeknya masih berlaku masih diizinkan beroperasi. Bus ini untuk mengimbangi angkot-angkot yang izin trayeknya sudah habis. Kebijakan Pemkot Bandar Lampung memang tidak lagi ada penambahan baru untuk transportasi umum jenis angkot. Sehingga pada tahun 2015, semua transportasi umum di jalur utama dilayani bus ber-AC ini.

Namun, apa lacur? Para sopir angkutan kota menilai keberadaan Bus Trans-Lampung itu bisa 'merebut' penghasilan mereka. Bahkan sopir-sopir angkot itu melakukan protes dengan mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan sehingga hampir membahayakan pengguna jalan lain. Bus Trans Bandar Lampung sampai dirusak dan dipecahkan kaca-kacanya oleh puluhan sopir angkot dengan menggunakan batu dan kayu pada November 2011 lalu.

Dari situs Institut Studi Transportasi (Intrans), PT Trans Bandar Lampung sendiri didirikan oleh para operator angkot untuk membangun Kota Lampung. Pemkot Lampung sendiri merencanakan Bus Trans Bandar Lampung untuk melayani jalur utama, sedangkan angkot akan difungsikan sebagai feeder atau pengumpan ke jalan-jalan yang lebih kecil dan jalan yang tak dilewati bus Trans Bandar Lampung dan angkot bisa memakai taksi argometer.

2. Bus APTB Bekasi - Jakarta

(Foto: pasangmata.com)
Pengoperasian APTB ini diresmikan Gubenur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Rabu 28 Maret 2012 di pool Hiba Utama, Jakarta Timur. Pada tahap awal APTB, direncanakan beroperasi dengan rute angkutan perbatasan yaitu Pulogadung-Bekasi, dan Kampung Rambutan-Bekasi.

Rute pertama APTB melintasi 20,1 kilometer dengan lintasan Pulogadung-Jalan Raya Bekasi-Masuk Tol Cakung-Tol JORR-Tol Cikampek-keluar Tol Bekasi Barat-Jl Cut Mutia-Terminal Bekasi. Lalu rute kedua akan sepanjang 24 kilometer yang melintasi Terminal Kampung Rambutan-masuk tol Kampung Rambutan-Tol JORR-Tol Cikampek-keluar Tol Bekasi Timur-Jalan Joyomartono-Jalan Ir H Juanda-Terminal Bekasi

Tarifnya saat itu, ditetapkan sebesar Rp 9.500/orang, sudah termasuk tarif bus TransJ sebesar Rp 3.500.

Feeder yang langsung terintegrasi busway di DKI Jakarta ini tentu disambut positif pengguna transportasi umum. Apalagi, feeder ini bertujuan mengurangi kendaraan di DKI sebesar 17 persen. Namun apa yang terjadi?

Sosialisasi feeder ini mendapatkan perlawanan dari pengusaha bus dan Koperasi Angkutan Bekasi (Koasi). Bahkan sosialisasi ini berakhir ricuh. Para pengusaha bus umum dan Koasi manilai feeder busway ini adalah pemaksaan dan mereka merasa tidak dilibatkan. Mengenai masalah peremajaan angkot, mereka mengaku belum memiliki dana untuk meremajakan armadanya.

Padahal Kadishub DKI Jakarta saat itu Udar Pristono pernah memaparkan, dari Bekasi ke Pulogadung setiap harinya ada 423 ribu penumpang, di mana 51 persen naik sepeda motor, 29 persen naik mobil, 16 persen naik angkutan umum, dan 3 persen naik kereta api. Melihat angka ini, maka sasaran APTB bukanlah angkutan umum tapi pengguna mobil dan sepeda motor.

Pada tahun 2013, ada 3 rute APTB Bekasi-Jakarta yakni rute Mega Bekasi/Terminal Bekasi - Tosari    dengan operator PPD. Dua rute lainnya yang dilayani PT Mayasari Bakti yakni Terminal Bekasi - Tanah Abang, Terminal Cikarang - Terminal Kalideres.

Hingga Senin (23/3/2015) ini yang bertahan adalah APTB Bekasi-Tanah Abang dengan operator Mayasari Bakti dengan tarif Rp 5.000-Rp 9.000.

2. Bus APTB Bekasi - Jakarta

(Foto: pasangmata.com)
Pengoperasian APTB ini diresmikan Gubenur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Rabu 28 Maret 2012 di pool Hiba Utama, Jakarta Timur. Pada tahap awal APTB, direncanakan beroperasi dengan rute angkutan perbatasan yaitu Pulogadung-Bekasi, dan Kampung Rambutan-Bekasi.

Rute pertama APTB melintasi 20,1 kilometer dengan lintasan Pulogadung-Jalan Raya Bekasi-Masuk Tol Cakung-Tol JORR-Tol Cikampek-keluar Tol Bekasi Barat-Jl Cut Mutia-Terminal Bekasi. Lalu rute kedua akan sepanjang 24 kilometer yang melintasi Terminal Kampung Rambutan-masuk tol Kampung Rambutan-Tol JORR-Tol Cikampek-keluar Tol Bekasi Timur-Jalan Joyomartono-Jalan Ir H Juanda-Terminal Bekasi

Tarifnya saat itu, ditetapkan sebesar Rp 9.500/orang, sudah termasuk tarif bus TransJ sebesar Rp 3.500.

Feeder yang langsung terintegrasi busway di DKI Jakarta ini tentu disambut positif pengguna transportasi umum. Apalagi, feeder ini bertujuan mengurangi kendaraan di DKI sebesar 17 persen. Namun apa yang terjadi?

Sosialisasi feeder ini mendapatkan perlawanan dari pengusaha bus dan Koperasi Angkutan Bekasi (Koasi). Bahkan sosialisasi ini berakhir ricuh. Para pengusaha bus umum dan Koasi manilai feeder busway ini adalah pemaksaan dan mereka merasa tidak dilibatkan. Mengenai masalah peremajaan angkot, mereka mengaku belum memiliki dana untuk meremajakan armadanya.

Padahal Kadishub DKI Jakarta saat itu Udar Pristono pernah memaparkan, dari Bekasi ke Pulogadung setiap harinya ada 423 ribu penumpang, di mana 51 persen naik sepeda motor, 29 persen naik mobil, 16 persen naik angkutan umum, dan 3 persen naik kereta api. Melihat angka ini, maka sasaran APTB bukanlah angkutan umum tapi pengguna mobil dan sepeda motor.

Pada tahun 2013, ada 3 rute APTB Bekasi-Jakarta yakni rute Mega Bekasi/Terminal Bekasi - Tosari    dengan operator PPD. Dua rute lainnya yang dilayani PT Mayasari Bakti yakni Terminal Bekasi - Tanah Abang, Terminal Cikarang - Terminal Kalideres.

Hingga Senin (23/3/2015) ini yang bertahan adalah APTB Bekasi-Tanah Abang dengan operator Mayasari Bakti dengan tarif Rp 5.000-Rp 9.000.

3. APTB Bogor - Rawamangun

(Foto: dok detikcom)
Sepekan setelah diresmikan Gubernur DKI Jokowi, Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jurusan Bogor (Bubulak)-Jakarta (Rawamangun) dimasalahkan sopir angkutan kota Bogor. Mereka menolak keberadaan angkutan itu.

Sekitar 100 sopir angkot trayek 03 jurusan Bubulak-Baranangsiang menggeruduk kantor Dinas Lalu Lintas Angkutan (DLLAJ) Kota Bogor, Rabu (13/3/2013) lalu. Mereka menilai keberadaan APTB mengakibatkan pendapatan menurun drastis. Pasalnya, untuk ke Jakarta, penumpang bisa naik APTB melalui Terminal Bubulak.

"Kami paling kena dampaknya," kata salah satu sopir angkot, Hamdani.

Sebelum ada APTB, penumpang tujuan Jakarta harus menggunakan angkot ke Terminal Baranangsiang. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan dengan bus ke Jakarta. Namun dengan adanya APTB, penumpang bisa langsung naik dari Terminal Bubulak.

Dalam aksinya, para sopir berorasi sambil membentangkan spanduk dan karton bertuliskan penolakan terhadap keberadaan APTB.

"Sebetulnya Organda mendukung tujuan dari dioperasikannya APTB, tapi kenyataan di lapangan banyak anggota (sopir-pengusaha angkot) yang menjerit. Mau tidak mau, kita harus fasilitasi untuk menemukan solusinya," kata Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ischak AR.

APTB Bogor-Jakarta kini masih bertahan, dengan tarifnya rata-rata Rp 16 ribu - Rp 19 ribu yang bisa dibayar pakai e-money alias uang elektronik. Ada beberapa rute yakni APTB Bogor (Bubulak) - Blok M, Bogor (Bubulak) - Senen, Bogor (Bubulak) - Rawamangun, dan Bogor (Ciawi) - Priok, Bogor (Ciawi) - Senen.

3. APTB Bogor - Rawamangun

(Foto: dok detikcom)
Sepekan setelah diresmikan Gubernur DKI Jokowi, Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jurusan Bogor (Bubulak)-Jakarta (Rawamangun) dimasalahkan sopir angkutan kota Bogor. Mereka menolak keberadaan angkutan itu.

Sekitar 100 sopir angkot trayek 03 jurusan Bubulak-Baranangsiang menggeruduk kantor Dinas Lalu Lintas Angkutan (DLLAJ) Kota Bogor, Rabu (13/3/2013) lalu. Mereka menilai keberadaan APTB mengakibatkan pendapatan menurun drastis. Pasalnya, untuk ke Jakarta, penumpang bisa naik APTB melalui Terminal Bubulak.

"Kami paling kena dampaknya," kata salah satu sopir angkot, Hamdani.

Sebelum ada APTB, penumpang tujuan Jakarta harus menggunakan angkot ke Terminal Baranangsiang. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan dengan bus ke Jakarta. Namun dengan adanya APTB, penumpang bisa langsung naik dari Terminal Bubulak.

Dalam aksinya, para sopir berorasi sambil membentangkan spanduk dan karton bertuliskan penolakan terhadap keberadaan APTB.

"Sebetulnya Organda mendukung tujuan dari dioperasikannya APTB, tapi kenyataan di lapangan banyak anggota (sopir-pengusaha angkot) yang menjerit. Mau tidak mau, kita harus fasilitasi untuk menemukan solusinya," kata Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ischak AR.

APTB Bogor-Jakarta kini masih bertahan, dengan tarifnya rata-rata Rp 16 ribu - Rp 19 ribu yang bisa dibayar pakai e-money alias uang elektronik. Ada beberapa rute yakni APTB Bogor (Bubulak) - Blok M, Bogor (Bubulak) - Senen, Bogor (Bubulak) - Rawamangun, dan Bogor (Ciawi) - Priok, Bogor (Ciawi) - Senen.

4. APTB/Shuttle Bus Cileungsi (Bogor) - Jakarta

(Foto: detikcom)
Seratusan sopir angkot yang trayeknya melintasi Jalan Alternatif Cibubur dari Cileungsi Bogor ke Kampung Rambutan, Jakarta, berunjuk rasa. Mereka mencegat dan menurunkan penumpang APTB. Padahal, beberapa bus adalah bus shuttle fasilitas beberapa perumahan di kawasan Cibubur. Selama ini hanya ada 1 trayek APTB, yakni Cileungsi-Blok M dengan operator PT Mayasari Bakti.

Aksi dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (23/3/2015). Mereka menurunkan penumpang dari bus-bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi dengan Busway (APTB). Alasanya bus APTB telah mengambil jatah penumpang mareka dengan mengambil penumpan sepanjang jalan Raya Alternatif Cibubur yang melintasi tiga kawasan yaitu Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan DKI Jakarta.

Menurut para sopir angkot, sesuai perjanjian trayek antara paguyuban angkot dengan pengelola APTB bahwa bus APTB hanya mengangkut penumpang dari kompleks perumahan-perumahan sepanjang Jalan Alternatif Cibubur saja, seperti perumahan Citra Grand, Kota Wisata, atau pun Kota Legenda.

"Seharusnya APTB itu tidak boleh ambil penumpang di jalanan. Ambil penumpang dari dalam kompleks perumahan saja. Ini rebut rezeki kami kalau begini," sebut Ade Nasution, sorang sopir angkot di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Depok, Jabar.

Dari pukul 06.30 aksi sempat berlangsung sampai pukul 07.30 WIB. Kemudian dapat dikondusifkan oleh petugas kepolisian dari Polsek Metro Ciracas Jakarta Timur dan Polresta Depok. Tampak Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah dan Kapolsek Metro Ciracas Jakarta Timur terjun ke TKP di samping Cibubur Junction. Tidak ada kericuhan dalam aksi sweeping penumpang APTB dalam aksi ini.

"Memang ada protes dari para sopir angkot yang dari Cileungsi. Mareka menurunkan penumpang dari bus-bus APTB yang telah mengambil penumpang di sepanjang jalanan. Menurut para sopir angkot harusnya bus APTB ambil penumpang dari dalam komplek perumahan yang ada saja. Langsung diangkut ke Jakarta," terang Kombes Pol Ahmad Subarkah kepada detikcom di Cibubur.

Usai aksi ini, perwakilan atau pemimpin kelompok angkot ini dengan dimediasi Polsek Cileungsi Bogor berunding di Perumahan Citra Grand.

4. APTB/Shuttle Bus Cileungsi (Bogor) - Jakarta

(Foto: detikcom)
Seratusan sopir angkot yang trayeknya melintasi Jalan Alternatif Cibubur dari Cileungsi Bogor ke Kampung Rambutan, Jakarta, berunjuk rasa. Mereka mencegat dan menurunkan penumpang APTB. Padahal, beberapa bus adalah bus shuttle fasilitas beberapa perumahan di kawasan Cibubur. Selama ini hanya ada 1 trayek APTB, yakni Cileungsi-Blok M dengan operator PT Mayasari Bakti.

Aksi dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (23/3/2015). Mereka menurunkan penumpang dari bus-bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi dengan Busway (APTB). Alasanya bus APTB telah mengambil jatah penumpang mareka dengan mengambil penumpan sepanjang jalan Raya Alternatif Cibubur yang melintasi tiga kawasan yaitu Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan DKI Jakarta.

Menurut para sopir angkot, sesuai perjanjian trayek antara paguyuban angkot dengan pengelola APTB bahwa bus APTB hanya mengangkut penumpang dari kompleks perumahan-perumahan sepanjang Jalan Alternatif Cibubur saja, seperti perumahan Citra Grand, Kota Wisata, atau pun Kota Legenda.

"Seharusnya APTB itu tidak boleh ambil penumpang di jalanan. Ambil penumpang dari dalam kompleks perumahan saja. Ini rebut rezeki kami kalau begini," sebut Ade Nasution, sorang sopir angkot di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Depok, Jabar.

Dari pukul 06.30 aksi sempat berlangsung sampai pukul 07.30 WIB. Kemudian dapat dikondusifkan oleh petugas kepolisian dari Polsek Metro Ciracas Jakarta Timur dan Polresta Depok. Tampak Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah dan Kapolsek Metro Ciracas Jakarta Timur terjun ke TKP di samping Cibubur Junction. Tidak ada kericuhan dalam aksi sweeping penumpang APTB dalam aksi ini.

"Memang ada protes dari para sopir angkot yang dari Cileungsi. Mareka menurunkan penumpang dari bus-bus APTB yang telah mengambil penumpang di sepanjang jalanan. Menurut para sopir angkot harusnya bus APTB ambil penumpang dari dalam komplek perumahan yang ada saja. Langsung diangkut ke Jakarta," terang Kombes Pol Ahmad Subarkah kepada detikcom di Cibubur.

Usai aksi ini, perwakilan atau pemimpin kelompok angkot ini dengan dimediasi Polsek Cileungsi Bogor berunding di Perumahan Citra Grand.
Halaman 2 dari 10
(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini