Gerakan ISIS menjadi sorotan di dunia saat ini setelah melakukan tindakan kekerasan atas nama agama di berbagai tempat. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berkata, masuknya ISIS di sebuah negara disebabkan oleh lemahnya negara itu sendiri.
Menurut JK, ISIS adalah gerakan yang paling cepat dan paling menakutkan. ISIS berkembang secara formal dalam kurun waktu 3 sampai 4 tahun, bahkan tahun lalu berkembang jadi IS (Islamic State).
"Ini berulang kembali bahkan lebih brutal dari Al-Qaeda. Sejarah kebangkitan banyak sebab dan banyak pihak yang bertanggungjawab kenapa ini bisa terjadi," ujar JK dalam sambutannya pada pembukaan International Conference on Terorism and ISIS, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin(23/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ISIS terjadi seperti itu. Kita tahu semua. Apa yang terjadi sebelumnya adalah bagaimana negara arab 10 tahun lalu, atau 5 tahun lalu terjadi Arab Spring," terangnya.
Bagi JK, ISIS berkembang setelah revolusi negara Arab atau lebih dikenal sebagai Arab Spring. Di negara-negara Arab terjadi ekonomi dan otoritarianisme, dan pelanggaran HAM. Revolusi tersebut berlanjut di Suriah.
"Banyak negara membantu Suriah waktu itu dengan bantuan materil. Kita tahu Suriah terpecah dan menjadi negara berkeping-keping dan menjadi negara yang luas," kata JK.
"Masalah ISIS bukan masalah idoelogis tapi gabungan masalah politik dan ekomomi, tanpa politik dan bagian dari tindakan sebelumnya. Seperti ISIS adalah buah lemahnya negara," tambahnya.
Dia mengibaratkan ISIS sebagai sebuah virus. Virus dapat masuk ke badan jika kondisi tubuh saat itu lemah. Seperti itupula yang terjadi kepada negara.
"Karena melemahkan pemerintahan yang sah. pelemahan ini menyebabkaan tidak terkendalinya pemerintahan dan idelogi mudah masuk," ucapnya.
(fiq/bar)










































