Apa tanggapan politisi yang akrab disapa Ara itu terhadap rilis survei ini?
"Sebagai parpol punya ideologi. Kita hargai semua survei dari semua pihak. Tapi, PDIP punya mekanisme dan ideologi sendiri. Kami sepakat ketum Mba Mega dengan alasan dia yang bisa satukan kita," kata Ara di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal hasil rilis survei ini, PDIP menurutnya menghormati. Ia tak ingin ada upaya dari pihak lain yang ingin memecah partai.
"Tentu ada upaya-upaya itu kami dengarkan suara rakyat. Tapi kita lihat saudara kita alami perpecahan, Nah ini yang harus kita jaga. Survei ini kami dengarkan dan hormati tapi partai perlu waspada terhadap upaya-upaya dari siapapun kita nggak tahu," tuturnya.
Lanjutnya, kata Ara, sejauh ini hubungan antara Megawati serta Joko Widodo masih bagus. Ia tak menginginkan sebuah rilis mengganggu kesolidan partai.
"Salah satu yang kita khawatirkan kalau kita tidak kompak dan kita diadu. Survei sah-sah saja. Kita nggak mau nuduh siapapun tapi saya katakan kita harus bersatu. Mas Jokowi dan Mba Mega baik-baik saja," katanya.
Kemudian, lebih baik menurutnya soal posisi ketua umum diserahkan dalam kongres partai, April mendatang. Putusan di forum ini bersifat final. Apalagi di kongres hadir 34 perwakilan pengurus daerah selaku pemegang suara.
"Kongres adalah forum tertinggi partai, rakernas di bawah kongres. Kita bicarakan sikap partai, struktur organisasi. Semua yang diputuskan final di kongres. Kader PDIP dari 34 provinsi yang berkembang pemegang suara," sebutnya.
Soal anggapan PDIP tak ada regenerasi, Ara tidak sependapat. Pasalnya, saat ini, PDIP punya kader potensial yang menjadi ada bukti regenerasi.
"Regenerasi sangat berjalan ada Jokowi, Risma, Rieke, Budiman Sujatmiko. Menurut saya itu regenerasi. Coba lihat dari tokoh partai lain yang jarang," tuturnya.
(hat/erd)











































