Dari sejumlah sumber, diketahui Lee memiliki hubungan personal yang cukup dekat dengan Soeharto. Mereka sama-sama memiliki gaya kepemimpinan otoriter.
Bagi Lee, Soeharto adalah sosok yang dapat dipercaya. Di matanya, Soeharto dinilai sebagai orang yang berpegang teguh pada kata-katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau sempat memanas gara-gara eksekusi mati Usman-Harun, keduanya akhirnya kembali akrab setelah Lee bersedia melakukan tabur bunga di makam keduanya. Mereka masih berhubungan baik di masa-masa tua, bahkan di hari-hari terakhir Soeharto sebelum meninggal dunia.
Berikut sejumlah momen keakraban antara Lee dan Soeharto:
Bertemu di Tokyo
|
(JUNJI KUROKAWA/AFP/Getty Images)
|
Dari foto, tampak keakraban antara dua tokoh yang lama menjabat tersebut. Keduanya bahkan sempat saling melempar tawa.
Bertamu ke Jakarta
|
(Dewira/AFP/Getty Images)
|
Kala itu, Lee berada di Indonesia selama empat hari.
(Dewira/AFP/Getty Images)
Menyambangi Rumah Soeharto
|
(ADEK BERRY/AFP/Getty Images)
|
Soeharto tampil berbatik dan didampingi oleh sejumlah menteri serta keluarganya. Sementara Lee memakai setelan jas, namun tampak santai.
Tak ada komentar yang disampaikan keduanya soal pertemuan.
Menjenguk Soeharto di Rumah Sakit
|
(ADEK BERRY/AFP/Getty Images)
|
Soeharto wafat pada 27 Januari 2008 karena penyakit jantung yang dideritanya. Jasadnya kemudian dimakamkan di astana Giri Bangun, Solo, Jawa Tengah.
Halaman 2 dari 5











































