"Pasti (ISIS) ada bahayanya, tapi kita masih bisa atasi," kata JK usai memberikan pidatonya dalam acara 'Konferensi Internasional tentang Terorisme dan ISIS' di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).
Pada 20 Maret lalu, Densus 88 menangkap 5 orang terduga partisipan ISIS di lokasi yang berbeda-beda. Keberadaan mereka pun meresahkan lokasi sekitar penangkapan. Namun JK menyatakan, tidak perlu diberlakukan darurat teroris di Indonesia.
"Ndak perlu (darurat teroris)," ujar JK.
JK menyatakan, penanggulangan dan pencegahan terorisme hanya bisa dilakukan dengan 3 pendekatan. "Ada ideologis, ada sekuriti dan juga ada stabilitas politik nasional," imbuh JK.
Ditambahkan JK, pemerintah tengah gencar meningkatkan pengawasan terhadap ISIS di seluruh Indonesia. Termasuk di Poso yang diduga masih menjadi tempat persembunyian kegiatan terorisme di Indonesia.
"Itu (Poso) sudah, tentara dan polisi sudah operasi di sana," jawab JK.
(vid/bar)











































