Gonjang-ganjing di PPP (2)
Menyoal Siklus Regenerasi PPP
Senin, 07 Feb 2005 12:24 WIB
Jakarta - Forum Silaturahmi Nasional (Silatnas) terus digagas untuk memantapkan Musyawarah Luar Biasa Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Salah satu hal yang bakal disorot adalah siklus regenerasi PPP.Menurut Ketua Pelaksana Forum Silatnas, Usamah Hisyam, persiapan untuk menggelar acara tersebut sudah semakin mantap. Undangan telah disebar ke segala antero negeri. Sebagian besar undangan, mengaku siap datang ke Jakarta pada pengujung Februari mendatang.Forum Silatnas ini bakal mengupas tuntas kondisi PPP saat ini. Mulai dari anjloknya perolehan suara pada pemilu 2004 lalu, sampai soal kinerja kepengurusan partai berlambang Kabah itu saat ini. Semua itu nantinya dituangkan dalam rekomendasi forum Silatnas."Silatnas ini amat sangat penting mengingat suara PPP merosot tajam. Pemilu 2004 adalah hasil pemilu terburuk yang pernah dialami oleh PPP. Kita ingin mendengarkan pandangan dari daerah mengenai hal ini," kata Usamah kepada detikcom.Yang tidak kalah penting, Silatnas juga bakal dijadikan ajang untuk mempertanyakan siklus regenerasi PPP. Siklus regenerasi yang ada saat ini dinilai sangat tidak menguntungkan dan menyebabkan PPP selalu ketinggalan parpol lain. Selama ini siklus regenerasi PPP justru diadakan mepet dengen penyelenggaran pemilu. Di saat parpol lain sudah beres, PPP baru mulai berbenah.PPP baru akan menentukan kepengurusan baru pada Muktamar tahun 2007. Artinya hanya tersedia waktu tidak lebih dari 2 tahun menjelang pemilu 2009. Sedangkan parpol lain, sebagian besar sudah menggelar siklus regenerasinya setahun setelah pemilu. Jadi, mereka setidaknya memiliki waktu sekitar 4 tahun sebelum pemilu selanjutnya digelar.Hal ini pula yang menyebabkan kemungkinan besar Forum Silatnas akan menghasilkan desakan agar PPP segera menggelar MLB. Tanpa MLB, siklus regenarasi PPP akan berjalan lambat. Jika sudah demikian, persiapan PPP untuk menghadapi pemilu 1999 juga bakal loyo karena waktu yang ada cukup singkat."Kalau arahnya tidak ke sana (MLB) maka perubahan PPP yang baru akandilakukan pada 2007 nanti. Itu akan menyebabkan PPP lambat melakukan konsilidasi. Karena itu juga bisa dikatakan Silatnas ini dalam rangka untuk mensukseskan pemilu 2009," tutur Usamah.Usamah menegaskan, sudah saatnya PPP benar-benar direformasi. Hal yang paling mendesak untuk segera direformasi adalah, regenerasi kepemimpinan, kepengurusan, revitalisasi program dan komitmen terhadap nilai -nilai perjuangan partai.Menurut Usamah, selama ini pemahaman terhadap nilai-nilai perjuangan sangat minim dan pudar. Hal itu disebabkan oleh pengaruh pragmatisme dalam pengambilan keputusan partai yang lebih diwarnai oleh kepentingan pribadi dan kelompok. Meski demikian, sambung Usamah, tidak semua pengurus harian pusat (PHP) DPP PPP seperti itu.Namun pendapat Usamah itu ditepis mentah-mentah oleh Wakil Sekjen DPP PPP Sanusi Anwar. Sebaliknya, Sanusi menilai cara berpikir Usamah terperangkap dalam paradigma lama. Usamah sama sekali tidak mengganggap peran serta kader-kader partai yang berada di bawah."Kalau dengan cara pandang seperti itu, memang waktu dua tahun memang cukup singkat. Itu pola pikir lama yang berarti tidak menggerakkan seluruh kader-kader di bawahnya," papar Sanusi kepada detikcom.Sanusi juga menolak anggapan bahwa Hamzah Haz telah gagal memimpin PPP. Indikatornya sangat mudah, kalau gagal Hamzah pasti tidak akan terpilih kembali menjadi Ketua Umum PPP pada Muktamar V lalu. Keberhasilan Hamzah juga bisa dilihat dari suksesnya dia sebagai Wakil Presiden.Soal merosotnya perolehan suara PPP, Sanusi berkilah hal itu disebabkan sistem politik yang ada saat ini. Dalam kondisi seperti itu pun PPP masih bisa bertahan dengan memperoleh 58 kursi di legislatif.Soal regenerasi di tubuh PPP ini, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syindicated (SSS), Sukardi Rinakit menilai, regenarasi PPP memang berjalan lambat. Saat ini, PPP terlalu didominasi oleh orang-orang tua. Namun, kata Sukardi, hal itu tidak berarti harus dilakukan dengan menabrak perturan internal yang ada."Sebaiknya menuruti dan mengikuti aturan main. Sebab untuk PPP sendiri saat ini tidak sedang dalam masa krisis secara nasional. Tidak ada alasanyang masuk akal bagi orang awam ataupun pengamat bahwa PPP melakukan sebuah gerakan untuk regenerasi. Tidak terlalu urgen," ungkap Sukardi.Sisa waktu dua tahun menjelang pemilu juga dinilainya tidak menjadi masalah jika partai bisa menghimpun kekuatan sejak jauh hari. Semua jaringan dirintis mulai dini hari termasuk juga soal pimpinan bayangan yang bakal mengganti mereka yang sudah tua.
(djo/)











































