Silatnas yang Bikin Panas

Gonjang-ganjing di PPP (1)

Silatnas yang Bikin Panas

- detikNews
Senin, 07 Feb 2005 12:20 WIB
Jakarta - Desakan agar dilakukan Musyawarah Luar Biasa (MLB) di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus bergulir. Salah satunya akan digodok lewat Silahturahmi Nasional (Silatnas) PPP.Gerakan untuk menggalang MLB sudah dilakukan sejumlah kader PPP sejak beberapa waktu lalu. Mereka, khususnya kalangan muda PPP, mengaku tidak puas dengan kepemimpinan Hamzah Haz. Selaku Ketua Umum, Hamzah dinilai gagal membawa PPP ke gerbang kesuksesan.Perolehan suara PPP pada pemilu legislatif sangat merosot. PPP hanya bisa memperoleh 8,2 persen suara yang ada. Hal ini merupakan prestasi terburuk yang pernah dicapai PPP.Sejumlah kader PPP juga menilai Hamzah Haz plin-plan dalam membuat keputusan politik. Contoh kasus, keluarnya PPP dari Koalisi Kebangsaan. Padahal sebelumnya PPP ngotot mendukung Megawati sebagai capres dari PDIP. Sikap ini sering terjadi dan sangat tidak menguntungkan PPP."MLB sulit dibendung, arus perubahan di PPP sangat kuat. Banyak keputusan DPP yang tidak membuat bangga kalangan PPP sendiri. Hari ini ngomong A besok B, kemudian balik lagi ke A," kata kader senior PPP, Bachtiar Chamsyah di Medan.Hal yang sama juga disampaikan tokoh PPP Solo, Mudrick Sangidoe. Namun Mudrick menggunakan istilah yang lebih halus, yakni Muktamar yang dipercepat. Sebab, jika menggunakan istilah MLB terkesan ada konflik yang besar di internal PPP. "Padahal yang dibutuhkan sekadar reformasi kepengurusan," ujar Mudrick.Desakan agar PPP segera menggelar MLB memang bukan sekadar isu belaka. Kader-kader muda PPP akan membahas masalah ini dengan serius dalam forum Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPP yang akan dilakukan pada 25-27 Februari 2005 di Hotel Sahid, Jakarta.Ketua Panitia Silaturahmi Nasional, Usamah Hisyam menyatakan, tuntutan agar digelarnya MLB sangat deras. Menurutnya, seluruh DPC dan DPW Bali, NTT, Sulsel dan Papua menginginkan MLB. Kemudian 80 persen DPC dan DPW Sumatera, 4 dari 5 provinsi di Jawa kecuali Jatim dan 50 persen Kalimantan.Forum Silatnas PPP ini akan digunakan untuk menerima masukan dari kader-kader seluruh wilayah yang menginginkan MLB. Silatnas PPP merupakan upaya untuk menyikapi realitas yang dialami PPP akhir-akhir ini, termasuk merosotnya perolehan suara PPP pada Pemilu 2004.Usamah mengaku sudah memberitahu para fungsionaris senior PPP tentang rencana silaturahmi tersebut. Pihaknya sudah melakukan koordinasi sejak sebulan sebelum Ramadan, termasuk memberitahukan para fungsionaris senior. Jika rekomendasi dari forum ini tak mendapat respon positif dari DPP, kelompok penggagas MLB ini akan mengajukan pernyataan secara tertulis seperti yang diatur dalam AD/ART PPP."Muktamar 2007 perlu dipercepat. Kalau tidak, PPP tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk menghadapi pemilu 2009. Menurut saya, setidaknya Muktamar harus dilakukan setahun setelah pemilu," ujar penulis buku SBY Sang Demokrat ini kepada detikcom.Memang jika dilihat dari jadwalnya, penyelenggaraan Muktamar PPP berbeda dengan banyak parpol lainnya. Parpol lainnya selalu menggelar muktamar, kongres atau apapun namanya paling lama setahun setelah pemilu digelar. Hal ini dilakukan agar mereka memiliki cukup waktu mempersiapkan diri guna menghadapi pemilu yang akan datang.Soal desakan MLB ini, DPP PPP sendiri nampaknya sudah berada pada posisi 'Siaga I'. DPP PPP melarang para pengurus partai menghadiri acara tersebut. Mereka yang bandel, bisa dipastikan bakal terkena sanksi.Ketua DPP PPP, Endin AJ Soefihara menyatakan, tidak ada hubungan organisatoris antara Silatnas dengan DPP PPP. Jadi sangat tidak tepat jika forum Silatnas dipakai untuk membahas agenda partai, apalagi soal MLB.Penyelenggaran Muktamar pada 2007 juga tidak berpengaruh terhadap kesiapan PPP dalam menghadapi pemilu 2009."Soal singkat dan tidak singkatnya, tidak menjadi soal yang penting. Karena itu hanya menyangkut masalah persiapan. Mukatamar itu kapan saja bisa dilaksanakan asalkan konstitusional, jangan memaksakan sesuatu yang tidak konstitusional," tukas Endin, kepada detikcom.Hal senada disampaikan Sekretaris DPP PPP, Lukman Hakim. Dia meminta kader PPP tidak asal jeplak meminta MLB. Ada aturan main yang harus dipenuhi untuk menggelar MLB. MLB baru boleh dilakukan kalau diinginkan oleh separuh lebih DPC dan DPW seluruh Indonesia, itupun setelah terlebih dahulu melakukan musyarawah kerja."Jadi nggak bisa kalau hanya berdasarkan ketua dan sekretaris DPC atau DPW, harus melalui musyawarah kerja, harus lengkap berita acaranya. Nggak usah pakai petisi-petisian," kata Sekretaris DPP PPP.Lukman yang juga Sekretaris Fraksi PPP DPR-RI mengingatkan, Muktamar V PPP tahun 2003 telah mengeluarkan ketetapan bahwa Muktamar VI yang dijadwalkan berlangsung tahun 2008, dipercepat menjadi awal 2007 agar memiliki persiapan matang menghadapi Pemilu 2009.Demikian pula dengan Wakil Sekjen PPP, Anwar Sanusi. Menurutnya Usamah tidak berhak menyebarkan undangan kepada DPW dan DPC karena bukang PHP DPP PPP. Tidak hanya itu, menilik adanya agenda pemandangan umum menunjukkan gerakan yang dibangun Usamah memiliki agenda tertentu.Terkait Silatnas itu, rapat PHP DPP PPP pekan lalu telah mengambil sejumlah keputusan, yakni, mayoritas PHP DPP PPP tidak menyetujui Silatnas. Silatnas dinilai tidak memiliki kaitan dengan PHP dan pengurus lainnya, mulai dari pusat sampai cabang. Hal ini disebabkan tidak adanya dialog sebelumnya mengenai kegiatan Silatnas ini. Seluruh PHP juga dilarang ikut serta dalam kegiatan-kegiatan Silatnas. DPP PPP juga akan mengingatkan kepada seluruh fungsionaris partai yang telah aktif di dalam Silatnas."Bentuk peringatannya sendiri belum dibicarakan secara teknis dan sepertinya akan dikirimi melalui surat. Tapi apa isi suratnya nanti yang pasti adalahbentuk peringatan," kata Sanusi.Keputusan ini dinilai Usamah sebagai bentuk arogansi PHP DPP PPP. Selain ironis, kebijakan ini semakin menunjukkan bahwa kepengurusan PPP benar-benar perlu direformasi. Usamah sendiri mengaku siap dengan segala konsekwensi yang bakal diterimanya."Masa kader yang benar-benar mau meningkatkan partai akan dipecat. Jika memang benar keadaannya demikian, ini mirip seperti apa yang terjadi pada Fahmi Idris dan kawan-kawan dalam menghadapi Partai Golkar," tukas Usamah. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads