Prosesi upacara adat pemberian gelar Tuanku Besar Palinduang Alam kepada Irman Gusman dilakukan di Istana Silinduang Bulan, Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar, Minggu (22/3/2015). Selain Irman, Dirut PT Pertamina, Dwi Soetjipto juga dianugerahi Derjah Kebesaran Kerabat, Tuanku Besar Temenggung Diraja.
Irman memang dinilai berperan besar dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Dia salah satu tokoh pascareformasi yang konsisten memperjuangkan rekognisi dan akomodasi kepentingan daerah dalam berbagai proses kenegaraan, termasuk pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap Derjah Kebesaean Kerabat yang dianugerahkan bisa mendorong kinerja optimal Irman Gusman maupun Soetjipto khususnya untuk melestarikan adat dan budaya Sumbar.
"Kita berharap beliau jadi pelindung adat, adat nusantara dan Minangkabau. Tertopang harapan untuk memperjuangkan kepentingan dan adat nusantara. Adat nusantara sudah di bibir jurang karena tekanan dari budaya asing, tekanan dari liberalisme," tutur Taufiq Thaib.
Meski terdesak dengan budaya impor, adat yang diwarisi leluhur sambungnya harus tetap dilestarikan. Nilai-nilai berkehidupan positif menurutnya harus dipertahankan.
Tak hanya itu, Taufiq Thaib secara khusus berharap Irman ikut berperan melestarikan adat dan budaya dengan mendukung segera disahkannya RUU Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat.
"Kami mengharapkan DPD dapat mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. Sebab UUD 1945 (disebutkan) negara menghormati kesatuan masyarakat hukum adat sepanjang masih ada dan tidak bertentangan dengan prinsip NKRI dan diatur dalam UU.
"Dua kata terakhir jadi persoalan, diatur UU. Kami berharap DPR berkoordinasi dengan DPR untuk dapat mengesahkan RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat," harap Taufiq Thaib.
Menurunya ada kabar lambannya pengesahan RUU tersebut diduga karena adanya pengaruh dan tekanan dari pihak luar. Dia meminta agar pihak yang terkait dengan penyusunan RUU tetap menyelesaikan tugasnya.
"Kami mengimbau politisi kita di DPR dan DPD jangan takut dengan ancaman pihak asing. Kita bangsa yang berdaulat, kita bangsa berdiri di kaki sendiri," tegas Thaib.
Sementara itu Irman Gusman dalam sambutannya menekankan pentingnya nilai adat dan kebudayaan dalam perjalanan hidup termasuk soal kepemimpinan. "Bila pepmimpin terlalu jauh dari masyarakat, maka pemimpin tidak dapat dijangkau dan dilihat masyarakat. Bila hal itu terjadi kepemimpinan tidak efektif menjalankan maksud dan tujuan kepemimpinan," sambungnya.
Dia membanggakan masyarakat Sumbar yang punya pandangan luas, egaliter juga menjunjung tinggi adat dan budayanya. "Ranah Minang telah banyak menyumbangkan para pemimpin nasional. Nilai luhur Minang yang berperan besar melahirkan pemimpin besar," sebutnya.
Anugerah gelar Sangsako Adat yang diterima, bagi Irman sebuah amanah untuk bertanggungjawab pada kelestarian adat dan kebudayaan Minangkabau. "Insya Allah dengan dukungan dan kepercayaan masyarakat Sumbar, kami akan menjaga amanah kepercayaan dan kehormatan ini," tutup Irman
Upacara adat pemberian gelar Sasangko Adat berlangsung selama tiga jam. Saat tiba di
Istana Silinduang Bulan, Irman dan Soetjipto disambut dengan tarian gelombang (Silek Gelombang). Setelahnya dibacakan Titah Keputusan oleh Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Minangkabau Pagaruyung.
Sultan Haji Muhammad Taufiq Thaib, setelah prosesi inti, memasang salempang, pinggat, medali dan penyerahan piagam kepada Irman dan Soetjipto.
Acara penganugerahan dihadiri para Wakil Ketua DPD RI, yakni Farouk Muhammad dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas, sejumlah anggota DPD, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wagub Sumbar Muslim Kasim, Bupati Tanahdatar M Shadiq Pasadigoe, artis senior Christine Hakim, dan para tokoh adat Sumatera Barat.
(fdn/rvk)











































