Kenangan Penjual Cendol Tentang Rahmat yang Tewas Dibegal di Ciracas

Kenangan Penjual Cendol Tentang Rahmat yang Tewas Dibegal di Ciracas

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 22 Mar 2015 23:06 WIB
Kenangan Penjual Cendol Tentang Rahmat yang Tewas Dibegal di Ciracas
Jakarta -

Sosok Mamat Surahmat (55) yang tewas di tangan komplotan pembegal terkenal baik dan humoris. Tak hanya itu, ternyata juragan beras tersebut juga sangat murah hati di mata pelanggan toko sembakonya di Pasar Ciracas, Jakarta Timur.

Adalah Hadi, pedagang cendol di halaman Naga Swalayan, Jalan Raya Bogor KM 25, Ciracas, Jaktim, yang merasa kehilangan Rahmat. Tempatnya berjualan berada tepat di depan lokasi kejadian pembegalan.

"Saya kenal sama Pak Rahmat, saya langganan tepung di tokonya di Pasar Ciracas. Kemarin saya nggak jualan, jadi baru tahu tadi pagi soal pak Rahmat, kaget bukan main saya," ungkap Hadi saat ditemui di warung cendolnya, Minggu (22/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat yang sudah puluhan tahun berjualan sembako bukan orang sembarangan di mata Hadi. Gaya humoris bapak 3 anak itu disebut Hadi merupakan sifat khasnya.

"Orangnya baik banget gitu. Lucu, becandaan mulu. Kok nasibnya nahas. Kalau ngutang apa-apa (di tokonya) juga dikasih. Saya sudah ngutang hampir setahun belum lunas, nggak apa-apa dia," tutur Hadi dengan logat Jawa kental.

Hingga saat ini, Hadi mengaku masih berlangganan di toko Rahmat. Awalnya Hadi enggan untuk berhutang, namun dengan murah hati Rahmat justru menawarkan dengan sendirinya.

"Saya ngutang Rp 600 ribu, Rp 300 sudah saya bayar, dicicil. Beli tepung buat bahan cendol. Saya kalau beli setengah kwintal tiap 2 minggu sekali. Saya malu mau ngutang, eh saya dibolehin dulu ambil (tepung) sama Pak Rahmat bayarnya nanti," kenang Hadi.

Rahmat dibegal oleh 4 orang yang berboncengan dengan 2 motor saat membawa uang hasil dagangannya. Menurut Hadi, hampir semua yang mengenal Rahmat mengetahui kebiasaan Rahmat membawa uang banyak.

"Semua orang yang kenal tahu Pak Rahmat bawa duit. Setiap hari emang kendaraannya itu, RX King warna biru tapi sudah butut. Pak Rahmat nggak ada asisten, semua megang sendiri. Kasir, apa-apa sendiri," kata Hadi sambil mengiris buah Nangka untuk cendolnya.

Pria berusia 50 tahun tersebut menduga sudah ada yang mengincar Rahmat sejak awal karena tahu kebiasannya. Uang yang dibawa Rahmat sehari-harinya memang tidak sedikit mencapai ratusan juta. Pembegal pun saat kejadian berhasil merebut tas yang dibawa Rahmat dengan isi uang lebih dari Rp 500 juta.

"Emang setiap hari jam 18.00 WIB Pak Rahmat pulang ke rumahnya dari pasar. Pak Rahmat sering bawa tas selempang besar kotak, warnanya hitam. Terakhir saya ketemu sekitar sebulan lalu di tokonya, ya bercandaan aja kayak biasanya," tutup Hadi.

(ear/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini