16 WNI Dideportasi dari Turki, Menkum akan Kerjasama dengan Pemda

16 WNI Dideportasi dari Turki, Menkum akan Kerjasama dengan Pemda

Mega Putra Ratya - detikNews
Minggu, 22 Mar 2015 18:21 WIB
16 WNI Dideportasi dari Turki, Menkum akan Kerjasama dengan Pemda
Jakarta - 16 WNI yang ditangkap di Turki segera dideportasi. Kemenkum HAM akan mendata mereka di Imigrasi kemudian akan bekerja sama dengan pemerintah daerah tempat para WNI itu berdomisili.

"Jadi gini, nanti saat sampai sini akan diproses di Imigrasi, dari Imigrasi akan diserahkan langsung ke Wakapolri, baru diteliti seperti apa. Persoalannya sekarang mereka sudah jual hartanya, jadi barangkali harus kerjasama dengan pemda setempat," ujar Menkum HAM Yasonna Laoly usai mengantar Presiden Jokowi ke Jepang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2015).

Catatan detikcom, 16 WNI itu adalah warga Paciran, Lamongan; Ciamis dan Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mereka sudah menjual harta bendanya di Indonesia, 11 dari 16 WNI itu kebanyakan anak-anak. Menkum, Polri dan Pemda harus duduk bersama mencari solusinya.

"Ini yang harus dipikirkan bersama-sama dengan Pemda dan Polri untuk mencari solusi. Kami dari Kemenkum HAM, Imigrasi, kita proses, kita data supaya ke depannya nanti kalau misalnya nanti mau apa," jelasnya.

Setibanya di Indonesia nanti, Yasonna belum tahu para WNI itu nantinya akan ditampung di mana. Kemungkinan mereka akan ditampung di Dinas Sosial.

"Saya bicara dengan Kapolri, itu harus kerjasama dengan pemda, kalau anak-anak Dinas Sosial, karena mereka kan sudah menjual hartanya. Kecuali ada orang tua atau kerabat, bisa diserahkan ke mereka. Kalau kerabatnya tak menerima, itu baru persoalan," ungkapnya.

Terkait perppu soal pencabutan kewarganegaraan bagi WNI yang terlibat ISIS, hal itu masih dikaji. "Masih dalam tahap pembahasan dengan Menko Polhukam soal pencabutan paspor. Ada UU yang lebih tinggi kan, kita tak menganut sistem stateless, sementara kita selesaikan dulu masalah-masalahnya," tutupnya.

(mpr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads