Pembegalan terjadi di Jalan Raya Bogor KM 25, Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3) pukul 18.30 WIB, tepatnya di depan Naga Swalayan, tak jauh dari rumah Rahmat. Saat itu 4 orang pembegal yang berboncengan dengan 2 motor memepet Rahmat saat berkendara dengan motor Yamaha RX King.
Pantauan di lokasi, Minggu (22/3/2015), garis polisi mengitari area tempat darah Rahmat berceceran di depan pagar swalayan Naga, di sisi kanan pintu gerbang. Sebenarnya Rahmat terjatuh di tengah jalan dekat trotoar pembatas jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mario merupakan pegadang makanan ringan yang berjualan di seberang Naga Swalayan. Ia mengaku mendengar suara letusan tembakan dan mengatakan pembegalan terjadi dalam waktu singkat.
"Kejadian cepet banget. Tahu-tahu ada suara jeder (letusan pistol), tapi nggak terlalu perhatian. Orang-orang dari Naga keluar, pada teriak. Terus pelakunya kabur naik motor. Mau pada nyeberang ke tengah nolong ramai-ramai, saya sampai duluan karena kalau dari arah saya lalu lintasnya sepi," kata pemuda usia 23 tahun itu.
Saat ini sisa-sisa bekas darah Rahmat ditutupi dengan kardus dan koran. Tak ada penjagaan polisi di TKP pembegalan juragan beras itu. Sejumlah pengendara motor terlihat berhenti untuk melihat TKP yang diberi police line. Mereka penasaran namun ada juga yang tidak tahu.
Jalanan di lokasi pembegalan sebenarnya terbilang cukup ramai. Namun komplotan begal berhasil melumpuhkan Rahmat dan mengambil tasnya yang berisi uang lebih dari Rp 500 juta, juga kunci rumah.
"Kayaknya pistol deh, soalnya kalau senapan kan kelihatan. Ini nggak (kelihatan). Saya cuma lihat pelaku bawa pisau sepanjang ini (sekitar 2 jengkal). Cepet banget kaburnya, nggak lihat kalau tasnya (yang diambil). Orang-orang nggak kepikiran ngejar juga karena kan ramai dan juga mungkin takut," jelas Mario.
(ear/nrl)











































