Saat ini, posisi sekjen memang masih lowong setelah Tjahjo Kumolo ditunjuk sebagai Mendagri. Hasto saat ini bukan merupakan pejabat definitif, melainkan hanya pelaksana tugas.
Loyalitas Hasto kepada PDIP dan ke Megawati pada khususnya, memang tidak perlu diragukan lagi. Namun, ada juga hal yang mengganjalnya yaitu tentang kasusnya dengan Abraham Samad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, ada Puan Maharani. Sang 'putri mahkota' saat ini menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di kabinet Jokowi.
Jokowi memang melarang para menterinya menjadi pengurus partai. Hingga saat ini, Puan belum pernah memberikan jawaban pasti apakah akan meninggalkan posisinya sebagai Menko bila terpilih jadi pengurus PDIP.
"Jokowi tetapkan menteri tidak boleh jadi pengurus teras parpol. Apa prasyarat itu akan dilanggar, jadi pengecualian buat Puan. Jika benar begitu, berarti Jokowi benar-benar petugas partai," ucap Ikrar.
Selain persoalan jabatan, Puan juga dikritik terkait kepribadiannya. Ikrar menyarankan Puan lebih perhatian terhadap wong cilik karena sekarang terkesan ada jarak.
"Kalau terpilih, Puan harus kerja keras, lebih concern ke wong cilik. Sekarang kan tidak mau becek-becek, tidak mau pergi sendirian. Itu bukan tipe pemimpin yang baik," ujarnya.
Terkait potensi untuk menjadi pemimpin, Hasto dan Puan juga dinilai oleh 200 pakar. Hasilnya, Puan ada di posisi terendah dari 10 aspek.
Berikut adalah rata-rata penilaian 10 aspek dari 9 tokoh potensial caketum PDIP:
- Joko Widodo: 7,68
- Ganjar Pranowo: 7,41
- Pramono Anung: 7,35
- Maruarar Sirait: 7,03
- Tjahjo Kumolo: 6,6
- Hasto Kristianto: 6,52
- Megawati Soekarnoputri 6,44
- Prananda Prabowo: 5,93
- Puan Maharani: 5,74
(imk/nrl)










































