"Kita harus berani katakan Mega berhasil bangun kader PDIP tapi belum berhasil jadikan kader itu sebagai pengganti dia," kata pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti dalam Pemaparan Hasil Survei Pakar & Opinion Leaders Seri II 'Menyongsong Kongres PDI Perjuangan: Regenerasi atau Degenerasi?' yang diselenggarakan Poltracking Indonesia di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2015).
Para pakar memberikan penilaian kepada 9 tokoh potensial di PDIP dan 4 di antaranya yang memiliki nilai di atas 7 adalah Joko Widodo, Ganjar Pranowo, Pramono Anung, dan Maruarar Sirait. Nama potensial itu seluruhnya di luar trah Soekarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita apresiasi keberhasilan Ibu Mega di satu sisi dalam regenerasi karena begitu banyak nama-nama yang muncul. Banyak nama yang dihasilkan oleh kepemimpinaan Ibu Mega," ucap Hanta dalam kesempatan yang sama.
Dari 9 tokoh potensial, para pakar yang menjadi responden di survei Poltracking merekomendasikan Jokowi sebagai caketum PDIP. Namun, realitas politik belum tentu sesuai dengan harapan publik. Nyatanya, Megawati sudah dipastikan akan mempertahankan jabatannya sebagai Ketum PDIP lewat Kongres di Bali mendatang.
"Ketum PDIP tetap Mega, realitas politik seperti itu. Publik berharap ada regenerasi, yang jadi degenerasi," ucap pengamat komunikasi politik Hamdi Muluk.
(imk/nrl)










































