"Semua ada di dalam satu tas. Tasnya ada ada kunci rumah, uang, identitas kayak KTP. Semua hilang diambil," ungkap adik ipar Rahmat, Sukria Ramdhani usai pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (22/3/2015).
Meski membawa uang banyak, Rahmat memang tak terbiasa meminta pengawalan. Ia selalu wara-wiri membawanya sendiri dengan sepeda motor. Saat kejadian, uang yang dibawa bapak 3 anak itu ada lebih dari Rp 500 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paginya sudah bawa uang untuk modal bayar barang yang kemarin sore dikirim sekitar Rp 250 juta. Terus ditambah dengan penjualan hari itu, jadi pas pulang bawa uang lebih dari Rp 500 juta. Semua uangnya di dalam tas," sambung pria yang bekerja sebagai karyawan swasta itu.
Sementara itu, Dhani mengaku tak tahu di mana keberadaan motor RX King yang dikemudikan kakak iparnya itu. Apakah turut dilarikan pelaku atau telah diamankan polisi.
"Kalau motornya nggak tahu ada di mana. Kemarin kita fokus urusin pak Rahmatnya dulu," ujarnya.
Ketika dibegal di Jalan Raya Bogor KM 25, tepatnya di depan Naga Swalayan, suasana memang tidak terlalu ramai sebab sedang masuk waktu salat Magrib. Meski identitasnya hilang, Rahmat yang tersungkur dari motornya dapat segera dikenali.
"Biasanya pulangnya sebelum magrib, tapi sudah 2 bulan terakhir pulang dari pasar setelah magrib karena sekalian hitung uang dulu di toko. Pak Rahmat terkenal di Cijantung. Banyak yang kerja dengan dia dari daerah situ makanya langsung dikenali," jelas Dhani.
Pihak keluarga pun berharap agar kejadian yang menimpa Rahmat bisa menjadi pembelajaran. Dhani meminta agar masyarakat dapat lebih berhati-hati lagi saat berada di jalan, terutama saat ini begal sedang merajalela.
"Kita jadikan pembelajaran, harus lebih hati-hati, lebih mawas, supaya musibah bisa diminimalisir. Sebenarnya pak Rahmat itu orang yang update berita, tahu banyak begal. Tapi karena sudah kebiasaan ya, terus jarak toko sama rumah juga nggak jauh," pungkas Dhani.
(ear/kff)











































