Pemakaman Korban Begal di Ciracas Diwarnai Derai Tangis

Pemakaman Korban Begal di Ciracas Diwarnai Derai Tangis

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 22 Mar 2015 09:52 WIB
Pemakaman Korban Begal di Ciracas Diwarnai Derai Tangis
Jakarta, -

Jenazah korban begal di Jalan Raya Bogor, Mamat Surahmat, dikebumikan pagi ini. Pemakaman juragan beras itu cukup mengharukan, derai tangis keluarga dan kerabat mewarnai prosesi penguburan.

Pantauan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jaktim, Minggu (22/3/2015), puluhan orang ikut mengantarkan Rahmat ke tempat peristirahatan terakhirnya. Dua orang anak pria berusia 55 tahun itu, Ani dan Doni, terlihat sangat terpukul. Keduanya dari sang istri pertama yang sudah terlebih dahulu meninggal.

"Jangan ditutup. Papa kegelapan, papa nggak bisa nafas. Papa butuh teteh, ayo bawa papa pulang. Kenapa papa cuma mau ketemu mama (istri pertama-red)," ucap Ani berkali-kali sambil berlinangan air mata. Istri pertama Mamat sudah lama meninggal, dimakamkan sekitar 200 meter dari makam Mamat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampak sama terpukulnya dengan Ani, Doni hanya mampu berdiri melihat sang ayah dimasukkan ke dalam liang lahat. Pria berkacamata itu awalnya terlihat berusaha mengendalikan emosi, tangannya terkepal sambil melihat jasad Rahmat. Tak berapa lama ia lalu terjatuh dan menangis. Doni pun lalu dipapah beberapa sanak saudaranya.

Istri kedua Rahmat, Nining, tampak pasrah menanggung kesedihan. Ia hanya mampu terdiam dan menangis sedih. Sama seperti Ani dan Doni, tubuh Nining dijaga oleh sejumlah keluarga sebab wanita berkerudung putih itu sesekali terlihat goyah.

Bukan hanya keluarga dekat yang merasa kehilangan Rahmat. Kerabat-kerabat pria humoris itu, baik perempuan dan laki-laki, terlihat menangis. Hingga kini prosesi pemakaman masih berlangsung.



(ear/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads