"Inginnya secepatnya dibetulin jadi saya nggak kehujanan dan kedinginan kalau hujan," kata Eni saat ditemui di rumahnya di Desa Sriamur RT 01 RW 05 nomor 58, Tambun Utara, Bekasi, Sabtu (21/3/2015).
(Baca: Derita Janda Sebatang Kara di Tambun, Tinggal di Rumah Rusak Terhantam Beliung)
Selain atap rumah, perempuan lulusan SD itu berharap ada penerangan dan air di rumahnya. Sebab selama ini dia harus bolak-balik meminta air dari tetangga dan tidur dalam kondisi gelap gulita.
"Maunya punya air (pompa air) sendiri, jadi nggak minta ke tetangga dan angkut-angkut lagi," kata perempuan yang ditinggal meninggal suaminya 4 tahun lalu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua RT Inal Hamdah yang ditemui di rumahnya mengaku sangat prihatin dengan kondisi Eni. Dia juga sudah mengusulkan ke kecamatan agar rumah Eni menerima bantuan program bedah rumah. Namun hingga kini belum ada kejelasan.
"Saya sudah laporan ke staf desa dan ke kecamatan. Tapi belum diliat juga rumahnya," kata Inal.
Inal sendiri bingung mau bersikap karena dia juga tidak punya lahan dan dana yang cukup untuk membantu memindahkan rumah Eni. Inal hanya berharap agar bantuan dari pemerintah daerah cepat turun.
"Kalau ada lokasi tanah negara atau bantuan kan bisa saya pindahin rumahnya. Saya sedihnya dana bantuan dari pusat nggak ada. Saya harap bisa cepat turun bantuan," harap Inal.
(slm/fjr)











































