"Gelar Sangsako Adat merupakan suatu penghargaan pemerintah dan masyarakat Sumbar terhadap beliau yang ikut berpartisipasi di Sumbar," kata Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kaslim dalam ramah tamah bersama Ketua DPD, pejabat Pemprov dan DPRD di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sumbar, Sabtu (21/3/2015) malam.
Selain Irman, gelar Sangsako Adat juga diberikan kepada Dirut Pertamina Dwi Soetjipto yang dinilai punya peran terhadap Sumbar. Prosesi pemberian gelar di Pagaruyung, Batusangkar, Minggu (22/3). "Dua orang ini ikon Sumbar yang jadi kebanggaan kita," sambung Muslim Kaslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kearifan lokal yang mengusung sisi demokratis di seluruh daerah khususnya Sumbar harus dilestarikan. "Tentu besok buat saya dan Pak Dwi merupakan hari istimewa. Banyak yang bertanya Pak Irman sudah Datu, tapi Datu saya di skala kampung saya," tutur Irman bercerita.
Kearifan lokal memang menjadi penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk menangkal budaya negatif dari luar. "Kearifan lokal perlu kita dorong. Kita dorong perlindungan kesenian adat, budaya. Kalau ini dikelola dengan baik, ini juga kekayaan karakter bangsa," imbuhnya.
"Sebagai Ketua DPD saya bertanggung jawab membangun dan menumbuhkembangkan kebudayaan," kata Irman.
Pelaksanaan rangkaian upacara adat penganugerahaan Derjah Kebesaran Kerabat Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Minangkabau Pagaruyung akan dimulai pukul 10.00 WIB, Minggu (22/3). Prosesi inti akan dipimpin Yang Mulia Sultan Haji Muhammad Taufiq Thaib dan Tuanko Mudo Mahkota Alam.
Sejumlah tokoh yang pernah digelar Sangsako adat adalah Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Gelar Sangsako diberikan kepada siapapun yang punya jasa terhadap Sumbar.
(fdn/fjr)











































