Area parkir bus wisata Taman Parkir Abubakar Ali terlihat penuh oleh bus-bus pariwisata. Sejumlah bus pun tampak tidak langsung masuk karena penuh dan harus berputar lebih dulu menunggu tempat kosong.
Menjelang malam, para wisatawan terus berdatangan. Baik yang menggunakan bus-bus wisata atau mobil pribadi. Mereka berjalan-jalan mengitari kawasan Malioboro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu yang jadi tempat foto-foto, patung-patung yang ada di sekitarnya juga tak luput jadi sasaran foto. Bahkan plang penunjuk jalan maupun obyek wisata, peta, juga jadi tempat berfoto-foto. Cuaca yang cerah menjelang malam sangat mendukung suasana di Malioboro.
Anak-anak dan juga orang tua banyak yang terpisah dari rombongan. Mereka yang terpisah diantar ke Pos Pengaduan Malioboro.
Afian R(13), anak asal Madiun terpisah dari orang tua dan rombongan yang berjumlah 8 orang. Ia kemudian dibawa ke Pos Pengaduan. Ia kesulitan menemukan orang tuanya dan rombongan, apalagi tidak memiliki nomor handphone untuk dihubungi.
"Dari jam 2 siang, terpisah waktu mau belanja di Malioboro. Saya gak tau nomor telponya," kata Afian di Pos Pengaduan Malioboro, Sabtu(21/3/2015).
Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh mengatakan, wisatawan yang datang ke Malioboro pada libur Nyepi ini melonjak cukup tajam. Terlihat jelas dari jalur lambat yang penuh, jalur cepat juga tersendat, tempat parkir bus wisata Abubakar Ali juga penuh.
"Anak dan juga orang tua yang terpisah dari rombongan banyak. Barang-barang yang ditemukan juga banyak, karena kadang wisatawan terlalu asyik berbelanja, jadi lupa barangnya ketinggalan,"kata Syarif.
Karena tempat parkir penuh, banyak kendaraan yang tidak bisa parkir. Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya hanya berputar-putar untuk mencari tempat parkir.
(gah/gah)










































