Kubu Mega Siap Ganjal Panigoro Cs dengan Tatib

Kubu Mega Siap Ganjal Panigoro Cs dengan Tatib

- detikNews
Senin, 07 Feb 2005 11:04 WIB
Jakarta - Kongres PDIP yang akan berlangsung di Nusa Dua Bali, 28 Maret-1April 2005 tinggal 2 bulan lagi. Perseteruan antara kubu Mega Soekarnoputri dan lawan-lawan politiknya semakin seru.Megawati Soekarnoputri yang masih menjabat sebagai Ketua Umum PDIP jauh-jauh hari sudah menyatakan siap mencalonkan kembali menjadi Ketua Umum. Pernyataan Mega untuk maju kembali dalam pemilihan ketua umum, mendapat dukungan kuat dari daearah-daerah.Sementara, kubu yang menginginkan adanya pembaruan di PDIP yang dimotori Arifin Panigoro Cs juga terus menggalang dukungan. Beberapa nama diusung oleh kelompok ini untuk diusulkan menjadi ketua. Baik Sophan Sophian, Roy B Janis, Arifin Panigoro, Sukowaluyo, Kwik Kian Gie dan lain-lain. Bahkan Laksaman Sukardi dan Guruh Sukarnoputro yang dikenal dekat dengan Megawati, dikabarkan sudah mendekat ke kubu ini.Kuatnya kelompok yang kepingin menggusur Mega, membuat para pendukung mantan presiden ini tidak tinggal diam. Posisi Mega sebagai ketua umum tentu saja diuntungkan, karena penyusunan tata tertib dan AD/ART dilakukan oleh sterring commite (SC) yang berada di bawah koordinasinya.Tata tertib kongres yang akan digunakan sebagai acuan kongres kini tengah rampung. Dalam draf yang disebarkan ke berbagai daerah, disebutkan bahwa mekanisme pengajuan nama calon ketua dan siapa yang berhak menjadi utusan daerah harus diputuskan melalui musyawarah daerah (Musda)."Untuk tingkat cabang, utusan dan nama calon ketua umum harus diputuskan dalam muscab yang dihadiri oleh ketua dan sekjen PDIP tingkat ranting. Sedangkan untuk musyawarah daerah, harus dihadiri ketua dan sekjen dari cabang-cabang," kata Ario Bimo dari FPDIP saat dihubungi detikcom, Senin (7/2/2005).Dengan demikian, setiap utusan atau wakil-wakil dari seluruh DPC dan DPD PDIP merupakan hasil musyawarah yang diadakan di tingkat DPD dan DPC. Mereka yang diberi mandat adalah ketua dan sekretaris atau pengurus yang telah ditunjuk dalam musda dan muscab.Selain itu, nama-nama calon ketua umum juga sudah mereka putuskan dalam musda atau muscab. Sehingga nanti saat di konggres tinggal menyampaikannnya. "Tidak mungkin nanti dalam kongres muncul nama calon ketua umum mendadak. Karena semua sudah diputuskan di cabang-cabang," kata Ario Bimo.Nah, yang menarik, menurut sumber detikcom di PDIP, dengan tatib seperti yang ada sekarang ini sangat menguntungkan kubu Megawati. Dan saat ini banyak pendukung Mega yang sudah bergerilya meminta DPC dan DPD PDIP langsung menyebut nama Mega untuk dicalonkan kembali. Penyebutan terutama dilakukan saat pemandangan umum menanggapi laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PDIP Megawati. "Kalau nama Mega sudah disebut sejak awal, kita yakin nanti forum kongres akan memilih Megawati secara aklamasi," tuturnya.Dari pantauan detikcom di berbagai daerah, 2 bulan menjelang kongres sudah banyak DPC dan DPD yang menyelenggarakan muscab dan musda. Dari informasi yang beredar, nama Megawati masih mendapat dukungan kuat untuk maju kembali menjadi Ketua Umum PDIP. Nama lain yang mulai dilirik dan mendapat dukungan adalah saudaranya sendiri, yakni Guruh Soekarnoputro. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads