"Kayaknya agak berat. Saya rasa Banggar agak sulit untuk membahas ini," kata Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik yang memimpin rapat sebagai Wakil Ketua Banggar di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2015).
Banggar akhirnya tak membahas APBD DKI 2015 itu karena pihak Pemprov DKI melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telat menyerahkan ke DPRD. Maka DPRD menyerah, tak bisa membahas APBD itu dalam waktu yang mepet.
"Mendagri sudah menetapkan deadline pukul 00.00 WIB. Lebih dari itu ya wassalam," kata Taufik.
Dokumen APBD setebal 6.600 halaman memang diserahkan kepada DPRD sekitar pukul 20.35 WIB tadi. DPRD menyatakan seharusnya dokumen itu diserahkan pukul 19.00 WIB.
"Eh nggak tahunya tadi Alhamdulilah tidak jam 19.00 WIB diterima, tapi jam 20.35 WIB datangnya. Bagaimana mungkin kami membahas?" kata Lulung setengah berkelakar.
Namun rapat Banggar ini hanya menunjukkan dokumen rekapitulasi yang sudah diserahkan TAPD sejak 16.00 WIB sore tadi.
"Kita serius mau menyelesaikan, tapi karena situasi dan juga strategi mungkin, antara situasi dan strategi digabung ini," ujar Taufik.
Rapat ini dipimpin oleh Taufik dan jajaran Pimpinan Banggar โlain yakni Triwisaksana dari PKS dan Abraham Lunggana (Lulung) dari PPP. 12 Orang anggota Banggar menghadiri rapat ini dari berbagai fraksi, kecuali dari Partai NasDem yang memang boikot.
(dnu/jor)











































