Kapal yang mulai dioperasikan hari ini tersebut merupakan kapal baru buatan PT Multi Prima, Batam. Spesifikasi teknologinya lebih muktahir dibandingkan tiga kapal cepat yang ada di Jepara, Cilacap, dan Semarang.
"Ini teknologinya canggih, nih. Sistem navigasinya canggih, bisa searching objek-objek di permukaan," kata Soelistyo saat peresmian KN Sadewa di halaman Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas, Jalan Yos Sudarso, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada perawatan sementara dari medis di dalam kapal ini. Jadi kalau kita evakuasi menuju daerah yang lebih aman atau tempat untuk merawat yang lebih intensif, di dalam ini ada untuk merawat sementara, perawatan tingkat pertama. Kemudian ada alat selam juga di sini, misalnya sedang melakukan tugas terpaksa harus menyelam, ada alat selam," terangnya.
Dengan alat bernama Ecdis dan AIS, KN SAR Sadewa bisa mengetahui kapal-kapal yang berada di sekitarnya dan dengan data detail nama kapal serta pemilik, bahkan tujuannya. Informasi tersebut ditampilkan di layar AIS.
Soelistyo berharap kapal tersebut bisa menunjang tugas SAR terutama di perairan laut Jawa yang memiliki frekuensi kecelakaan perairan cukup banyak. Hal itu menurut Soelistyo karena banyaknya nelayan tradisional yang sarananya belum memadai.
"Kecelakaan di perairan Jawa termasuk cukup tinggi. Utamanya adalah para nelayan-nelayan tradisional yang kelengkapan kapalnya masih belum memadai. Tapi mereka kan berlayar cari duit, cari makan. Kemudian ada beberapa yang terkait dengan angkutan penumpang, sehingga saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi dengan kondisi frekuensi yang demikian maka kesiapsiagaan kantor SAR perlu ditingkatkan," tegasnya.
Terpisah, Kapten Kapal KN SAR Sadewa, Adil Triyanto mengatakan dengan kecanggihan peralatan yang ada di kapal tersebut, tugas SAR akan lebih efisien misalkan untuk pencarian korban di laut.
"Kapal ini bisa juga mengetahui posisi kapal lainnya. Saat digunakan untuk pencarian, peta juga menunjukkan kedalaman lautnya," terang Adil.
(alg/rul)











































