Menamakan diri sebagai kelompok Somasi Jakarta (Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi) yang beranggotakan BEM UNJ, KAMMI Jakarta, BEM Jakarta Raya, BEM PNJ, Aliansi Mahasiswa UIN, BEM Universitas Esa Unggul dan BEM BSI. Mereka sekitar 100 orang.
"Kebodohan seolah tercitrakan sebagai tindakan berani, ini jelas tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan mengirimkan dokumen RAPBD DKI tahun anggaran 2015 palsu kepada Mendagri," ujar orator Adi Subhan di atas mobil bak terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun salah satu tulisan dalam spanduk tersebut adalah 'Tuntaskan Hak Angket'. Mereka meminta agar proses angket terus berjalan untuk mengusut keabsahan dokumen anggaran yang dikirim ke Mendagri Tjahjo Kumolo.
"Jakarta sedang gawat darurat! DPRD jangan memberhentikan hak angket agar semua menjadi terbuka! Apabila ada pelanggaran hukum, DPRD berhentikan gubernur tanpa perlu melanjutkan angket," serunya.
Orasi mahasiswa berlangsung sekitar 30 menit. Aksi tersebut tidak menimbulkan kemacetan di sekitar Balai Kota karena kendaraan masih tetap dapat melintas, meski sempat tersendat
(aws/ndr)











































