"Salam dari mama Megawati. Pesan khusus dari Ibu Mega, bahwa puncak dari seluruh konsolidasi partai, beliau menugaskan dan membuat sebuah skenario politik dan harus diakhiri di Bumi Cendrawasih. Ini menunjukkan perhatian yang begitu besar oleh partai dan Ibu Mega" kata Hasto.
Hasto menyampaikan ini saat memberikan sambutan pada Konferda yang digelar di Hotel Swiss Bell, Merauke, Papua, Jumat (20/3/2015). Acara ini dihadiri 27 perwakilan DPC PDIP Provinsi Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua DPP Yanti Sukandari, Ketua DPD Papua Komaruddin Watubun, Bupati Puncak Willem Wandik, Walikota Jayapura Tommy Benhur Mano, Bupati Jaya Wijaya Wempi Wetipo, Bupati Supiori Yan Imbab, Wakil Bupati Nabire Mezak Magai dan Wabup Yalimo Arkelaus Asso.
Hasto menekankan bahwa Konferda di partai berlambang banteng itu harus mengedepankan musyarawah mufakat. "Kami sadar bahwa musyawarah mufakat tidak mudah dijalankan. Banyak yang coba money politics, intimidasi. Sejak masa sulit di Orde baru PDIP selalu didiskriminasi Kami ingin tradisi muysawarah mufakaat harus dilestarikan," pungkasnya.
"Terobosan penting adalah membumikan demokrasi pancasila, keputusan partai adalah musyawarah mufakat. Tanpa voting sama sekali," sambungnya.
Konferda IV DPD Papua ini merupakan konsolidasi terakhir menjelang Kongres IV PDIP yang akan digelar di Bali pada 9-12 April mendatang.
(idh/ndr)











































