Kubu Ical Ancam Laporkan Menkum HAM ke KPK dan Kejagung

Kubu Ical Ancam Laporkan Menkum HAM ke KPK dan Kejagung

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2015 13:11 WIB
Kubu Ical Ancam Laporkan Menkum HAM ke KPK dan Kejagung
Menkum HAM
Jakarta - Waketum Golkar kubu Munas Ancol Yorrys Raweyai menyebut Menkum HAM Yasonna Laoly bakal mengeluarkan SK terhadap kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol hari ini. Golkar kubu Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie pun melempar ancaman akan melaporkan Menkum HAM ke KPK.

"Hari ini jika Menkumham Yasona Laoly nekat mengesahkan kubu Munas Ancol seperti yang disampaikan Yorrys Raweyai dengan dasar keputusan Mahkamah Partai yang dia manipulasi, tanpa menunggu keputusan pengadilan. Maka Kubu ARB akan laporkan Laoly ke KPK dan Kejaksaan dengan sangkaan Melanggar pasal 2 dan 3 UU 31/1999 tentang Tipikor juncto pasal 421 KUH Pidana," kata Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo, kepada detikcom, Jumat (20/3/2015).

"Penyalahgunaan wewenang dalam jabatan," sambung Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, banyak fakta-fakta yang menunjukkan Munas Ancol tidak sah. Namun demikian Menkum HAM terkesan mendukung Munas yang menurut Bambang tidak sesuai AD/ART Golkar itu.

"Mengingat fakta-fakta bahwa Munas Ancol itu abal-abal dan syarat tindak pidana pemalsuan, semakin telanjang di publik. Pemerintah jangan menutup mata dan mengenyampingkan realitas politik tersebut," ingatnya.

Bambang lantas melontarkan peringatan keras kepada Menkum HAM. Bahwa Menkum HAM punya tanggungjawab besar dalam mengambil langkah di tengah polemik perpecahan partai Golkar. "Bertanggungjawab jika keputusannya yang memihak kubu Ancol itu akan menimbulkan konflik horizontal di akar rumput Partai Golkar seperti yang pernah dialami Megawati dan PDIP (hasil Kongres Sutabaya) saat masih bernama PDI yang telah banyak memakan korban jiwa," ingatnya.

"Ketika itu kader-kader PDI pimpinan Megawati berusaha mati-matian mempertahankan diri dari serbuan orang-orang ketua Umum PDI (hasil Kongres Medan) bentukan pemerintah saat itu yg kita kenal dengan peristiwa Kudatuli dimana hingga kini beberapa kader militan Megawati tidak jelas rimbanya. Konon hilang tanpa ditemukan jasadnya," pungkasnya.

(van/fjp)


Berita Terkait