Saat 4 Ahli Tata Negara Terbitkan Buku untuk Birokrat

Saat 4 Ahli Tata Negara Terbitkan Buku untuk Birokrat

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2015 12:47 WIB
Jakarta - 4 Ahli tata negara, salah satunya dari Singapura, berkumpul di gedung bersejarah Kunstkring Paleis. Mereka ternyata mengenalkan buku tulisan mereka, spesial untuk para birokrat di Indonesia.

4 Ahli tata negara itu adalah Prof Neo Boon Siong dari Nanyang Technological University, Guru Besar FISIP UI Prof Azhar Kasim, Pakar Administrasi Prof Martani Husaini dan Co-Founder Daya Dimensi Indonesia Rozan Anwar. Buku yang mereka tulis berjudul 'Merekonstruksi Indonesia'.

"Buku ini disusun agar para pelaku (birokrat) maupun pemerhati mendapatkan sudut pandang positif dan contoh aplikatif yang berangkat dari kearifan lokal dan regional," kata Rozan saat peluncuran buku tersebut di Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turut hadir dalamโ€Ž acara ini mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja, Bupati Belitung Timur yang tidak lain adik Ahok, Basuri T Purnama dan para penulis itu sendiri. Rozan sebagai salah satu penulis berharap buku tersebut mampu mengubah birokrat menjadi lebih baik.

"Dengan penyusunan buku ini, kita berharap dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku (birokrat) dan pemerhati dalam melakukan perbaikan, reformasi dan inovasi di lingkungan masing-masing," ujar Rozan.

Buku itu mengulas konsep pemerintahan yang dinamis berisi contoh praktik perubahan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Buku ini juga memberikan contoh praktik perubahan yang dilakukan pemerintah daerah di Indonesia.

Pendiri School of Government and Public Policy, Agus Widjojo yang turut hadir dalam peluncuran ini menilai buku tersebut mendeskripsikan prestasi yang telah diraih pemerintahan sebelumnya. Menurut Agus, prestasi seharusnya lebih banyak dimunculkan ke hadapan publik sehingga memicu perbaikan dan menjadi contoh.

"Praktik terbaik yang telah dilakukan para birokrat pusat maupun daerah diharapkan dapat menjadi inspirasi dan membangkitkan semangat bagi para pelaku (birokrat) dan pemerhati. Agar perbaikan yang diperlukan menjadi proses yang tidak berhenti," ujar Agus.

"Buku tersebut diharapkan menjadi panduan bagi publik sehingga menjadi pemicu perbaikan berbagai organisasi di Indonesia," tambahnya.

(vid/mok)


Berita Terkait