Sejak menjadi wakil gubernur DKI di era Joko Widodo, Ahok sudah memposisikan dirinya sebagai 'bapak galak'. Tak hanya ucapan, tindakannya juga keras pada anak buah yang sewenang-wenang atau pada orang-orang yang dianggapnya munafik hingga melanggar kejahatan.
Terakhir, Ahok berseteru dengan pihak DPRD karena muncul fenomena dana siluman yang disisipkan dalam RAPBD 2015. Perseteruan ini kadang dibumbui dengan kalimat-kalimat keras, bahkan cenderung kasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa momen saat Ahok meminta maaf pada publik:
|
(Foto: dok detikcom)
|
1. Maaf di Hadapan MUI
|
(Foto: dok detikcom)
|
Kala itu, ramai diberitakan soal perseteruan Ahok dan FPI. Ormas yang pernah terlibat berbagai gerakan kekerasan itu menolak kepemimpinan Ahok hanya berdasar ras dan agama. Bahkan mereka sempat melantik gubernur tandingan. Akhirnya, pro kontra pun bermunculan.
Karena ribut-ribut itu, Ahok sempat dituding seolah-olah anti Islam. Sesuatu hal yang belakangan dia bantah, bahkan dia malah membeli tanah-tanah di sekitar masjid agar masjid yang kecil punya taman. Ia juga menargetkan agar anak-anak umur 12 tahun bisa khatam membaca 30 juz Al-Quran.
"Saya mohon maaf, ini ada gerakan di luar, yang karena masalah politik dia membentukan Ahok lawan Islam," kata dia menyinggung perseteruannya dengan FPI.
"Saya mohon maaf, orang bilang saya terlalu kasar. Saya seperti induk elang atau induk ayam, membiarkan anak-anak itu untuk terbang, itu melatihnya," kata Ahok.
"Saya mohon maaf kepada Bapak Ibu kalau menurut Bapak itu selama ini saya enggak santun. Saya mohon maaf," tegas Ahok untuk ketiga kalinya.
1. Maaf di Hadapan MUI
|
(Foto: dok detikcom)
|
Kala itu, ramai diberitakan soal perseteruan Ahok dan FPI. Ormas yang pernah terlibat berbagai gerakan kekerasan itu menolak kepemimpinan Ahok hanya berdasar ras dan agama. Bahkan mereka sempat melantik gubernur tandingan. Akhirnya, pro kontra pun bermunculan.
Karena ribut-ribut itu, Ahok sempat dituding seolah-olah anti Islam. Sesuatu hal yang belakangan dia bantah, bahkan dia malah membeli tanah-tanah di sekitar masjid agar masjid yang kecil punya taman. Ia juga menargetkan agar anak-anak umur 12 tahun bisa khatam membaca 30 juz Al-Quran.
"Saya mohon maaf, ini ada gerakan di luar, yang karena masalah politik dia membentukan Ahok lawan Islam," kata dia menyinggung perseteruannya dengan FPI.
"Saya mohon maaf, orang bilang saya terlalu kasar. Saya seperti induk elang atau induk ayam, membiarkan anak-anak itu untuk terbang, itu melatihnya," kata Ahok.
"Saya mohon maaf kepada Bapak Ibu kalau menurut Bapak itu selama ini saya enggak santun. Saya mohon maaf," tegas Ahok untuk ketiga kalinya.
2. Maaf karena Banjir
|
(Foto: detikcom)
|
"Ya memang. Makanya pertama kita harus minta maaf kepada masyarakat bahwa fakta DKI itu belum bisa menyelesaikan banjir yang aliran kiri (barat) dan aliran kanan (timur). Kita juga sudah mulai menyadari sesuai pesan Pak JK, Jakarta kan terjadi penurunan permukaan tanah jadi kalau mau buka tanah harus pakai pompa di ujung sungai terdekat," lanjutnya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyebut permukaan tanah Ibu Kota menurun. Tak hanya itu, Ahok juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di kawasan yang permukaan tanahnya lebih tinggi mau mengalah untuk dibangun sodetan.
2. Maaf karena Banjir
|
(Foto: detikcom)
|
"Ya memang. Makanya pertama kita harus minta maaf kepada masyarakat bahwa fakta DKI itu belum bisa menyelesaikan banjir yang aliran kiri (barat) dan aliran kanan (timur). Kita juga sudah mulai menyadari sesuai pesan Pak JK, Jakarta kan terjadi penurunan permukaan tanah jadi kalau mau buka tanah harus pakai pompa di ujung sungai terdekat," lanjutnya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyebut permukaan tanah Ibu Kota menurun. Tak hanya itu, Ahok juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di kawasan yang permukaan tanahnya lebih tinggi mau mengalah untuk dibangun sodetan.
3. Maaf karena Tontonan Lucu vs DPRD
|
(Foto: detikcom)
|
"Saya pikir kami minta maaf kepada warga Jakarta atas tontonan politik yang lucu seperti ini, tapi mau nggak mau kami tempuh karena banyak SKPD jadi korban," ujar Ahok awal Maret lalu.
"Mereka (DPRD) mengajukan hak angket. Parpol yang mendukung hak angket sebetulnya mendukung APBD versi DKI dalam hal ini," lanjutnya.
Ahok berkali-kali menegaskan daripada dirinya meloloskan sekaligus mengeksekusikan 'anggaran siluman' sebesar Rp 12,1 triliun, dirinya lebih baik dipecat dari DKI 1. Dia tidak rela apabila dirinya harus melihat silpa DKI kembali tinggi seperti tahun 2014 lalu, padahal banyak warga yang membutuhkannya.
Oleh karenanya, dia pun meminta maaf kepada warga DKI. "Mohon maaf kepada warga DKI lihat tontonan politik seperti ini. Ini terpaksa kami lakukan untuk membela uang rakyat dengan risiko saya tersingkir," tutup mantan Bupati Belitung Timur itu.
3. Maaf karena Tontonan Lucu vs DPRD
|
(Foto: detikcom)
|
"Saya pikir kami minta maaf kepada warga Jakarta atas tontonan politik yang lucu seperti ini, tapi mau nggak mau kami tempuh karena banyak SKPD jadi korban," ujar Ahok awal Maret lalu.
"Mereka (DPRD) mengajukan hak angket. Parpol yang mendukung hak angket sebetulnya mendukung APBD versi DKI dalam hal ini," lanjutnya.
Ahok berkali-kali menegaskan daripada dirinya meloloskan sekaligus mengeksekusikan 'anggaran siluman' sebesar Rp 12,1 triliun, dirinya lebih baik dipecat dari DKI 1. Dia tidak rela apabila dirinya harus melihat silpa DKI kembali tinggi seperti tahun 2014 lalu, padahal banyak warga yang membutuhkannya.
Oleh karenanya, dia pun meminta maaf kepada warga DKI. "Mohon maaf kepada warga DKI lihat tontonan politik seperti ini. Ini terpaksa kami lakukan untuk membela uang rakyat dengan risiko saya tersingkir," tutup mantan Bupati Belitung Timur itu.
4. Maaf karena Bahasa Toilet
|
(Foto: detikcom)
|
Hal ini disampaikan Ahok lewat akun resmi twitternya @basuki_btp, Jumat (20/3/2015) sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, dia memposting permintaan maaf dulu. Berikut isinya:
Namun, dia membuat satu tweet lanjutan, yang menyatakan bahwa tidak akan pernah meminta maaf pada koruptor dan kemunafikan.
Ahok mengucapkan kata-kata tak pantas itu dalam wawancara live di Kompas TV. Presenter TV Aiman Witjaksono sudah mengingatkan Ahok soal wawancara live. Ahok saat itu mengungkapkan kemarahannya terkait hak angket yang digelar dan pemberitaan soal istrinya.
Pagi tadi, Ahok juga sudah menyampaikan permintaan maaf di depan media. Dia menjelaskan, kata-kata yang diucapkannya memang tidak pantas.
"Kalau orang yang merasa tersinggung, atau merasa tidak suka perkataan saya membawa bahasa toilet, ya saya minta maaf," ujar Ahok di Balai Kota.
4. Maaf karena Bahasa Toilet
|
(Foto: detikcom)
|
Hal ini disampaikan Ahok lewat akun resmi twitternya @basuki_btp, Jumat (20/3/2015) sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, dia memposting permintaan maaf dulu. Berikut isinya:
Namun, dia membuat satu tweet lanjutan, yang menyatakan bahwa tidak akan pernah meminta maaf pada koruptor dan kemunafikan.
Ahok mengucapkan kata-kata tak pantas itu dalam wawancara live di Kompas TV. Presenter TV Aiman Witjaksono sudah mengingatkan Ahok soal wawancara live. Ahok saat itu mengungkapkan kemarahannya terkait hak angket yang digelar dan pemberitaan soal istrinya.
Pagi tadi, Ahok juga sudah menyampaikan permintaan maaf di depan media. Dia menjelaskan, kata-kata yang diucapkannya memang tidak pantas.
"Kalau orang yang merasa tersinggung, atau merasa tidak suka perkataan saya membawa bahasa toilet, ya saya minta maaf," ujar Ahok di Balai Kota.
Halaman 2 dari 10











































