"Saya kira kedua kubu akan sulit melakukan islah," ujar peneliti dari CSIS Arya Fernandes, Jumat (20/3/2015).
Menurut Arya, pengkubuan keduanya sudah terlalu dalam. Hal itu terlihat dari perbedaan pandangan terkait koalisi, apakah berada di KMP, di KIH atau di tengah-tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya mengatakan jika keduanya tidak sepakat islah, memang jalan keluar akan zero sum game atau satu kalah, satu menang.
Meski begitu, Arya melihat pemetaan di tingkat elit secara de facto Ical masih kuat.
"Namun secara de jure saat ini Agung masih di atas angin," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan Ical dan Agung bertemu di pesta ulang tahun yang diselenggarakan seseorang bernama Adi Warsita. Pesta ulang tahun itu digelar di sebuah cafe di wilayah Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (18/3).
Dalam pertemuan itu, keduanya duduk bersama di satu bangku dan berbincang santai. Tak ada raut permusuhan yang ditunjukkan oleh kedua tokoh yang sama-sama pernah menjabat Menko Kesra itu.
"Meski beda pendapat, tetap bersahabat," tulis Ical dalam caption foto.
Sementara itu, Agung menganggap sudah terjadi islah antara dirinya dengan kubu Ical. Hal itu karena sudah ada anggota Munas Bali yang bergabung dalam struktur kepengurusannya.
"Untuk islah, kami sudah lakukan lho. Islah itu kan artinya berbaikan kembali, bersatu, dan itu sudah dimulai dengan menerima secara berangsur-angsur teman-teman pengurus hasil Munas Bali," kata Agung di Hotel Indonesia Kempinski, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2015).
(mpr/kff)











































