"Supply dengan demand itu nggak seimbang. Supply itu kan jalan, demand itu kendaraan. Kendaraan yang luar biasa pertambahannya, sehingga kalau kita itu ada hitungan kapasitas. 1 Jalan itu kapasitasnya berapa, kapasitas itu sudah dilalui dengan jumlah kendaraan yang luar biasa," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2015). Adityawarman dan sejumlah Dirut BUMN lainnya baru saja selesai mengadakan rapat mengenai transportasi di Jabodetabek.
Dia berharap kelanjutan pembangunan Tol Cijago bisa dikebut pelaksanaannya. Adityawarman sendiri menilai pembangunan tol-tol penyangga JORR sudah terlambat dimulainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah lain karena keberadaan truk. Adityawarman yakin keberadaan truk ikut andil membuat ruwet lalu lintas di Tol JORR.
"Karena sebenarnya yang paling mengganggu itu truk-truk, karena mereka besar sekali dan mereka banyak sekali, dimensinya lebih besar," lanjut Adityawarman.
Adityawarman tidak mau berandai-andai soal kemungkinan Tol JORR hingga tahap tidak bergerak alias macet total. Toh saat ini, meski macet parah, kendaraan di tol masih bisa bergerak.
"Kan nggak tahu 2-3 tahun lagi seperti apa. Tapi kita kan berharap MRT bisa segera selesai, jadi bisa kurangi simpul-simpulnya lah," tandasnya.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(mok/ndr)











































