Kata Dirut Jasa Marga, Kapasitas Jalan dan Kendaraan di Tol JORR Timpang

Masalah dan Solusi

Kata Dirut Jasa Marga, Kapasitas Jalan dan Kendaraan di Tol JORR Timpang

- detikNews
Kamis, 19 Mar 2015 19:41 WIB
Kata Dirut Jasa Marga, Kapasitas Jalan dan Kendaraan di Tol JORR Timpang
Jakarta - Ada banyak masalah yang membuat kemacetan di ruas Tol JORR semakin menjadi-jadi. Salah satunya karena kapasitas jalan di ruas jalan tersebut tidak bisa lagi menampung kendaraan yang ada.

"Supply dengan demand itu nggak seimbang. Supply itu kan jalan, demand itu kendaraan. Kendaraan yang luar biasa pertambahannya, sehingga kalau kita itu ada hitungan kapasitas. 1 Jalan itu kapasitasnya berapa, kapasitas itu sudah dilalui dengan jumlah kendaraan yang luar biasa," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2015). Adityawarman dan sejumlah Dirut BUMN lainnya baru saja selesai mengadakan rapat mengenai transportasi di Jabodetabek.

Dia berharap kelanjutan pembangunan Tol Cijago bisa dikebut pelaksanaannya. Adityawarman sendiri menilai pembangunan tol-tol penyangga JORR sudah terlambat dimulainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"JORR 2 sangat membantu, sudah terlambat kita sekarang. JORR 2 itu Jagorawi Cinere Serpong (Cijago) kalau itu nggak, yah nggak mampu kita," sambungnya.

Masalah lain karena keberadaan truk. Adityawarman yakin keberadaan truk ikut andil membuat ruwet lalu lintas di Tol JORR.

"Karena sebenarnya yang paling mengganggu itu truk-truk, karena mereka besar sekali dan mereka banyak sekali, dimensinya lebih besar," lanjut Adityawarman.

Adityawarman tidak mau berandai-andai soal kemungkinan Tol JORR hingga tahap tidak bergerak alias macet total. Toh saat ini, meski macet parah, kendaraan di tol masih bisa bergerak.

"Kan nggak tahu 2-3 tahun lagi seperti apa. Tapi kita kan berharap MRT bisa segera selesai, jadi bisa kurangi simpul-simpulnya lah," tandasnya.
 
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.


(mok/ndr)


Berita Terkait