Agung menuturkan dirinya kebetulan bertemu Ical di acara ulang tahun temannya yang bernama Adi Warsita, Agung yang kemudian didaulat duduk bersebelahan dengan Ical itu pun menurut saja. Saat ditanya apakah ada pembicaraan islah kedua kubu dalam pertemuan singkat itu, Agung menjawab tidak ada.
"Nggak bicara politik, waktunya juga nggak lama. Lebih kepada bahasa politik saja bahwa menjelang penetapan SK Menkum HAM ini sebaiknya Golkar bersama-sama," kata Agung kepada detikcom, Kamis (19/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun ada perbedaan-perbedaan politik, meskipun ada persoalan politik, tidak menghilangkan silaturahim. Di situ sebagai silaturahim karena kita kebetulan bertemu di acara ulang tahun teman," kata Ketum Kosgoro ini.
Di akhir perbincangan dengan detikcom, Agung tak menutup pintu islah. Namun syaratnya cukup berat.
"Kalau islah boleh tapi yang mimpin kan kita," tegasnya.
Apakah Ical mau mengikuti syarat yang diajukan Agung? Yang jelas saat ini Ical melaporkan Agung dan Menkum HAM Yasonna Laoly ke PN Jakarta Utara terkait surat pengakuan Menkum HAM terhadap hasil Munas Golkar Ancol.
(van/nrl)











































