"Ya, saya pikir ada yang merekayasa itu. Bisa saja dibikinnya di Tangerang atau di mana," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015).
JK mengatakan, video itu bagian dari kampanye untuk menakut-nakuti umat muslim di dunia, khususnya di Indonesia. Ia sendiri tak percaya anak kecil sudah dilatih perang sedangkan mengangkat senjata laras panjang saja belum kuat.
"Yang mau perang anak kecil gitu macam mana, mengangkat senjata saja tidak kuat. Itu kampanye. Saya kira yang perang itu tetap orang dewasa. Mau begitu, mau angkut peluru berapa kilo mana sanggup anak itu, ndak lah. Itu kampanye saja," ujarnya.
Menurut JK, video semacam itu memang mengancam generasi muda. Namun, ia menekankan langkah preventif dengan ajaran agama yang kuat di keluarga, lingkungan dan sekolah adalah langkah yang paling baik.
"Ya pastilah (mengancam generasi muda) kalau yang radikal itu. Bukan hanya generasi muda, generasi tua juga diancam kayak di Paris itu contohnya. Di ISIS itu yang mati kan bukan hanya generasi muda, yang tua juga. Siapa saja, laki, perempuan. Bahaya juga," lanjut mantan Ketum Golkar ini.
"You mesti lawan dengan ideologi yang baik, dengan dakwah yang baik, dengan penjelasan yang baik. You tidak bisa lawan ideologi itu dengan kekerasan karena itu pikiran. Harus lawan ideologi," tegasnya.
(bil/vid)











































