"Di proses payment gateway ini Denny melakukan perbaikan. Ini ada manfaatnya dan memperbaiki kinerja Imigrasi dalam pelayanan paspor," jelas Taufik yang juga aktif sebagai advicer for good government dan antircooruption dalam perbincangan, Kamis (19/3/2015).
Menurut Taufik, Denny sejak zaman kuliah memiliki integritas dan juga religius. Dia yakin, tak mungkin integritas yang dijaganya dihancurkan karena ingin cari untuk dalam proyek payment gateway.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik yang biasa memelototi kinerja birokrasi ini menilai, terobosan yang dilakukan Denny dalam payment gateway mungkin tak diterima birokrasi karenanya Kemenkeu tak memberi rekomendasi, dan buktinya juga langsung dihentikan.
Taufik pun mengungkapkan, dia yakin tak ada uang yang diterima Denny dalam kasus itu. Apalagi yang digembar gemborkan soal pungutan Rp 5 ribu yang belum disetujui Kemenkeu, padahal uang itu biaya operator penyedia jasa. Uang puluhan miliar juga masuk kas negara, tak masuk ke kantong Denny atau menguap. Dalam audit BPK tidak ada tulisan adanya kerugian negara, hanya kesalahan adminitrasi.
"Denny selalu berhati-hati, dia membangun sistem untuk publik. Payment gateway ini sudah jelas memangkas birokrasi, calo, dan pungli," tutup dia.
(ndr/mad)











































