Ahok Mengaku Tak Kenal Anggota DPRD yang Diduga Pakai APBD untuk Buku

Ahok Mengaku Tak Kenal Anggota DPRD yang Diduga Pakai APBD untuk Buku

- detikNews
Kamis, 19 Mar 2015 17:40 WIB
Ahok Mengaku Tak Kenal Anggota DPRD yang Diduga Pakai APBD untuk Buku
Jakarta - Nama Rina Aditya Sartika sebelumnya asing di telinga Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Namun kini, nama anggota Komisi B dari Fraksi Gerindra DPRD DKI tersebut tengah menjadi buah bibir karena sempat disindir Ahok.

Nama Rina disebut Ahok karena diduga menerbitkan buku pendidikan menggunakan APBD Perubahan (APBD-P) 2014 bersamaan dengan kampanyenya sebagai calon legislator. Rina diketahui merupakan putri dari Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat pada 2014 lalu, Alex Usman, yang kini tengah diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya.

Walau begitu, Ahok mengaku tak mengenal ayah dan anak tersebut. "Nggak tahu, saya nggak kenal dia. Baru kali ini saya tahu ada Alex Usman. Saya pun dulu nggak tahu Rina anaknya Alex. Saya nggak tahu," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dulu pernah sekali ketemu Rina, dia dulu caleg Gerindra. Datang bawa buku Betawi apa gitu, minta saya menulis kata pengantar," tambahnya.

Ahok, kala itu, menolak halus permintaan Rina untuk menuliskan kata pengantar di bukunya. Sebab, menurut Ahok, isi buku itu terlampau 'ngeri', namun dia tak mengungkap apa yang dimaksud dengan kata 'ngeri' itu.

"Nggak mau lah.β€Ž Setelah saya baca-baca 'ngeri' lah kita, terus nggak jadi," kata Ahok.

Ahok juga menyatakan dirinya tak mengetahui jika Rina sebagai caleg diduga memanfaatkan APBD-P 2014 untuk kampanye. "Nggak tahuβ€Ž (pakai APBD-P 2014) waktu dulu. Saya juga nggak tahu dia anak Alex Usman. Saya cuma tahu dia caleg Gerindra, minta dibantu kampanye," terangnya.

"Itu pun saya tolak. (Dia) Siapin tempat lalu suruh saya datang, tapi saya tolak jadwalnya," lanjut Ahok.

Sebelumnya, Ahok pernah menyindir Rina lantaran anggaran pendidikan tahun lalu digunakan untuk membeli bukunya. Dijelaskan Ahok, harga buku tersebut sebenarnya Rp 45 ribu per eksemplar. Akan tetapi dalam APBD 2014 nilainya membengkak hingga Rp 100 ribu per eksemplar.

"Tahun lalu kami bangga karena anggaran pendidikan besar. Ternyata kami membeli bukunya si Rina. Dia jual Rp 45 ribu (harga aslinya), tapi dijual secara online jadi Rp 100 ribu," tutur Ahok di Balai Kota, Rabu (17/3) lalu.

Adapun buku yang dimaksud Ahok antara lain judulnya Dari Delman Menuju MRT untuk siswa SMP dengan menilai proyek Rp 600 juta, SMA sebesar Rp 500 juta, SD sebesar Rp 830 juta dan SMK senilai Rp 500 juta. Buku lainnya yang berjudul Urban Batavia Urban Jakarta diproduksi dengan memakan dana sebesar Rp 500 juta, Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit senilai Rp 500 juta dan Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi senilai Rp 500 juta.

Rina sendiri selama beberapa hari terakhir tidak pernah tampak di DPRD DKI. Belum ada konfirmasi apapun darinya mengenai dugaan buku ini.

(aws/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads