M Imran ditangkap saat hendak terbang ke Turki dengan maskapai Qatar Airlines 959 transit Doha, 27 Desember 2014 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB. Penangkapan dilakukan oleh Sub Direktorat Jatanras Polda Metro Jaya pimpinan AKBP Herry Heryawan.
Setelah berjibaku dengan penyidikan dan pengumpulan barang bukti, akhirnya penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan seluruh berkas, tersangka dan barang bukti kepihak kejaksaan akhir bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada temuan menarik dari modus yang dilakukan Imran saat dia dan lima orang lainnya berencana hendak ke Suriah. Identitas paspor dirinya, istri, dan anak dipalsukan.
Imran mengganti identitasnya dengan nama Abdul Jabar Rauf Sutarman. Istrinya menjadi Ratna Pratiwi Sulaiman, dan anak perempuannya Nabil Ayip Jabbar. Demi ke Suriah, Imran menjual rumah dan tanahnya.
Dalam wawancara bersama detikcom saat itu, dia nekat menjual harta bendanya berharap tergantikan setelah bekerja dan bergabung dengan ISIS. "Katanya bekerja di sana dengan ISIS gajinya besar," kata Imran di sela pemeriksaan.
Alasan lain tentunya adalah karena faktor ideologi. "Menegakan syariat Islam, di Indonesia kan susah karena banyak suku," ujarnya.
(ahy/vid)










































