"Dari sosialisasi kondom gratis ini ada penurunan angka HIV dan IMS (infeksi menular seksual)," ungkap Koordinator Penunjang Puskesmas Pasar Rebo dr Wiwik Syahiyatun di Puskesmas Pasar Rebo, Jaktim, Kamis (19/3/2015).
Sosialisasi kondom dinilai efektif berdasarkan angka pasien yang positif HIV menurun di saat angka kunjungannya justru semakin tinggi. Namun keberhasilan itu bukan hanya karena adanya penyediaan kondom gratis tapi juga dibarengi dengan langkah-langkah Klinik Smile lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka kunjungan lebih tinggi, tapi angka HIV-nya turun. Tapi itu juga bersamaan dengan pemberiaan informasi dan pendekatan yang dilakukan. Tahun 2014 HIV positif ada 156 orang. Tahun 2013 ada 179. Kita temukan ada yang umurnya masih 16 tahun," kata Wiwik.
Selama kurang lebih 1 tahun sosialisasi kondom gratis, ada seratus ribuan lebih kondom telah diambil oleh masyarakat. Penyediaan kondom ini sebenarnya hampir sama seperti yang dilakukan di Thailand.
"Yang paling laku yang di klinik sama yang di pos satpam ya. Kalau Indonesia mau menurunkan HIV ya harusnya ngikutin Thailand. Mereka nyediain kondom di mana-mana, sampai di toilet-toilet umum," ucap Wiwik.
Menurut dokter yang juga merupakan Penanggung Jawab Klinik Smile ini, bukan hanya penyediaan kondom gratis saja yang dilakukan jajarannya. Beberapa di antaranya seperti tes syphilis, tes HIV, IVA tes untuk deteksi awal kanker leher rahim, serta terapi dan konseling.
"Kita sehari bisa 10-20 ya yang akses ke sini. Tapi yang lama justru konselingnya itu. Kami juga ikuti perkembangan kasusnya, seperti ada balita yang dilecehkan kakeknya. Sekarang diproses polisi. Bukan cuma dari Jaktim aja yang ke sini. Ada yang dari wilayah Jakarta lain, dari Bogor, Cianjur juga ada yang ke sini," Wiwik menjelaskan.
Pelayanan di Klinik Smile ini ternyata dinilai cukup memuaskan. Terutama bagi mereka yang datang dari komunitas yang termarginalkan.
"Aku sih nyaman di sini. Karena kalau pelayanan semua sama, tapi di sini dokter-dokternya bikin nyaman. Mungkin pendekatannya beda ya. Aku pernah di Puskesmas lain tapi aku balik ke sini lagi. Aku dari tahun 2011 periksanya ke sini," cerita salah satu pengunjung dari komunitas LSL, Rudi di lokasi yang sama.
Bagi warga DKI Jakarta, tes HIV di Klinik Smile memang tidak dipungut biaya. Sementara tes syphilis gratis bagi pemegang kartu BPJS. Rudi yang datang dari Pasar Minggu itu awalnya malu-malu saat pertama kali datang untuk melakukan tes HIV. Namun karena merasa nyaman, ia pun rutin datang dan tak lagi sungkan untuk berbagi cerita dengan petugas Klinik Smile.
"Rutin 3 bulan sekali. Tapi kalau lagi bandel ya bisa 6 bulan sekali. Programnya di sini bagus, saya juga sering ingetin ke temen-temen untuk periksa, untuk pakai kondom. Saya bilang 'tuh ada banyak yang mati karena HIV'. Banyak yang sekarang jadi ngikutin," cerita pria yang bekerja di salon kecantikan itu.
Bagi Rudi, penyediaan kondom dan pelumas gratis di Puskesmas Pasar Rebo cukup bermanfaat. Meski ia tak menampik masih banyak temannya yang merasa ogah menggunakan kondom.
"Ada sebagian yang ngerasa tidak nyaman. Tapi kebanyakan udah pakai (kondom) kok sekarang karena sosialisasinya udah bagus. Kondom gratis mungkin yang lebih ngaruh itu dari hasilnya, karena banyak yang takut penularan," tukas Rudi.
"Aku suka kasih ke temen-temen, mereka suka. Kalau aku ke sini temen-temen nanya mana oleh-olehnya. Jadi aku suka bawa banyak kondom dari sini," pungkasnya.
(ear/vid)











































