"Sebaiknya ditanyakan dan diklarifikasi ke pihak Imigrasi mengapa hal itu bisa terjadi. Semoga pihak Imigrasi kita bisa secepatnya mengatasi," terang Lukman dalam perbincangan, Kamis (19/3/2015).
Bila benar terjadi dan ada oknum Imigrasi yang sengaja melakukan itu, Menag Lukman amat menyayangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhammad Edo mengalami kejadian ini saat hendak pergi ke Sydney Australia akhir Februari lalu. Dia kemudian melewati manual. Seorang petugas bahkan menyebut, selain nama Muhammad juga nama Ali.
Sedang soal nama Muhammad dan Ali yang tak boleh daftar autogate ini ditepis Kabag Humas Imigrasi Heriyanto. Menurut dia tidak ada aturan itu.
Sementara menurut sekretaris Komisi Fatwa MUI Muhammad Asrorun Niam, dia menyebut kuat dugaan hanya oknum Imigrasi saja yang tak mau mendaftarkan autogate. Karena Niam, dengan nama Muhammad bisa daftar di autogate dan saat itu petugas tak bicara apapun.
(van/ndr)










































