Belajar dari Kepala Daerah Terbaik, Risma, Ridwan Kamil Hingga Ahok

Belajar dari Kepala Daerah Terbaik, Risma, Ridwan Kamil Hingga Ahok

- detikNews
Kamis, 19 Mar 2015 14:27 WIB
Jakarta - Sarwono Kusumaatmadja bicara soal sosok kepala daerah ideal. Saat ini menurutnya kepala daerah-kepala daerah terbaik muncul. Ada Nurdin Abdullah dari Bantaeng, ada Abdullah Azwar Anas dari Banyuwangi, dan banyak lainnya. Konsep kepala daerah di tangan mereka pun diubah. Dahulu dilayani kini menjadi pelayan masyarakat.

Selain Nurdin dan juga Azwar Anas, nama Tri Rismaharini wali kota Surabaya juga menjadi yang terbaik. Dia mampu mengubah wajah Kota Surabaya.

"Tri Rismaharini ‎mampu mengubah Kota Surabaya dengan masterplannya, seperti dikutip dalam media internasional beliau itu semenjak bangun pagi sudah aktif menyapa masyarakatnya, jika melihat jalan macet mau segera turun tangan mengatasinya," jelas Sarwono yang juga ahli dalam kebijakan ini dalam diskusi di Kemenpan RB, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia ini perempuan yang sudah berlalu lalang di Surabaya dan mampu mengubah imej Surabaya yang dulunya kurang sopan bahkan kasar, sekarang menjadi ramah dan sopan-sopan," tambah Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993) ini.

Selain Risma, lanjut Sarwono, ada juga Wali Kota Bandung Ridwan kamil yang menjadi sosok baru yang perlu diperhatikan karena ide-ide dan gagasannya.

"Ahok‎, nah ini yang menarik, karena dia memimpin dengan pola melawan, di mana dia berani melabrak eranya koruptifitas yang tinggi. Ketika saya tanya, kenapa kamu berani melabrak seperti itu, dia jawabnya ya memang harus begitu. Ketika saya tanya santai sedikit lah, dia jawab nggak bisa santai memang ini caranya. Kamu nggak mau mencoba melobi-lobi dulu? Nggak, kalau saya ikut cara melobi-lobi ada kemungkinan akan ada indikasi saya tidak bisa melakukan terobosan. Ini cara saya untuk melakukan perubahan di Jakarta ini," urai mantan senator mewakili Jakarta ini.


(ndr/mad)


Berita Terkait