Survei: Warga Jakarta Lebih Percaya Ahok Dibanding DPRD Soal APBD DKI

Survei: Warga Jakarta Lebih Percaya Ahok Dibanding DPRD Soal APBD DKI

- detikNews
Kamis, 19 Mar 2015 13:58 WIB
Survei: Warga Jakarta Lebih Percaya Ahok Dibanding DPRD Soal APBD DKI
Idham/detikcom
Jakarta - Kisruh 'dana siluman' di APBD DKI 2015 antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI menjadi perbincangan dalam dua bulan terakhir. Dalam survei yang digelar Populi Center, 42,6 persen publik percaya kepada Ahok dalam menanggapi isu tersebut.

"Angka ini 5,8 kali lebih besar dibanding kepercayaan publik kepada DPRD DKI yang hanya sebesarβ€Ž 7,4 persen. Ini menunjukkan masyarakat Jakarta jauh lebih mempercayai informasi dari Gubernur DKI terkait 'anggaran siluman' APBD DKI," kata Ketua Populi Center, Nico Harjanto. Sementara 50 persen warga tidak memberikan jawaban.

Nico menyampaikan ini dalam acara rilis 'Survei Anggaran Siluman di Mata Masyarakat Jakarta', di kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (19/3/2015). Survei ini dilakukan di 6 wilayah DKI pada tanggal 11-15 Maret 2015 dengan melibatkan 1.000 responden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei ini memiliki margin of error Β±3,09 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Hampir 60 persen masyarakat Jakarta mengikuti perkembangan isu 'dana siluman' APBD DKI yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir itu.β€Ž Sebesar 25,5 persen warga tak mengikuti isu ini, sedangkan 14,7 persen tidak memberikan jawaban.

Sementara mengenai tingkat kepuasan masyarakat,β€Ž lanjut Nico, 70 persen masyarakat Jakarta puas terhadap kepemimpinan Ahok dan 60 persen puas dengan kinerja mantan Bupati Belitung Timur itu. Sebaliknya, 51,8 persen responden menganggap DPRD tidak mewakili aspirasi mereka.

45,7 Persen responden tidak puas dan sangat tidak puas dengan kinerja DPRD DKI. "Para anggota DPRD DKI harus menyadari bahwa mereka kerja kolektif. Jika ada oknum yang berbuat tercela apalagi melakukan korupsi, masyarakat akan cenderung menghukum secara keseluruhan," kata Nico menyimpulkan hasil survei tersebut.

"Karena itu, etika dan kehormatan anggota harus dijaga dan ditegakkan dengan tegas supaya anggota yang masih bersih dan punya komitmen membangun Jakarta tidak terkena imbasnya," tambahnya.

(idh/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads