"Angka ini 5,8 kali lebih besar dibanding kepercayaan publik kepada DPRD DKI yang hanya sebesarβ 7,4 persen. Ini menunjukkan masyarakat Jakarta jauh lebih mempercayai informasi dari Gubernur DKI terkait 'anggaran siluman' APBD DKI," kata Ketua Populi Center, Nico Harjanto. Sementara 50 persen warga tidak memberikan jawaban.
Nico menyampaikan ini dalam acara rilis 'Survei Anggaran Siluman di Mata Masyarakat Jakarta', di kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (19/3/2015). Survei ini dilakukan di 6 wilayah DKI pada tanggal 11-15 Maret 2015 dengan melibatkan 1.000 responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mengenai tingkat kepuasan masyarakat,β lanjut Nico, 70 persen masyarakat Jakarta puas terhadap kepemimpinan Ahok dan 60 persen puas dengan kinerja mantan Bupati Belitung Timur itu. Sebaliknya, 51,8 persen responden menganggap DPRD tidak mewakili aspirasi mereka.
45,7 Persen responden tidak puas dan sangat tidak puas dengan kinerja DPRD DKI. "Para anggota DPRD DKI harus menyadari bahwa mereka kerja kolektif. Jika ada oknum yang berbuat tercela apalagi melakukan korupsi, masyarakat akan cenderung menghukum secara keseluruhan," kata Nico menyimpulkan hasil survei tersebut.
"Karena itu, etika dan kehormatan anggota harus dijaga dan ditegakkan dengan tegas supaya anggota yang masih bersih dan punya komitmen membangun Jakarta tidak terkena imbasnya," tambahnya.
(idh/vid)











































