Setelah mencabut gugatan di PN Jakarta Barat, Ical langsung mengajukan gugatan kembali ke PN Jakarta Utara, lokasi di mana Munas Ancol yang dipimpin Agung cs digelar. Ical juga menyertakan gugatan terhadap Menkum HAM yang dinilai berpihak ke kubu Agung.
Tak hanya itu saja, Ical juga melaporkan Menkum HAM ke Bareskrim Polri. Pada Selasa (17/3) lalu, Sekjen Golkar hasil Munas Bali Idrus Marham didampingi dua kader Golkar Ridwan Bae dan John K Aziz melaporkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas dugaan penyalahgunaan wewenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan laporan yang dilayangkan, Idrus berharap kepolisian bertindak cepat guna memproses dugaan pidana yang dilakukan Yasonna. "Kita harap kepolisian segera memproses, karena nyata-nyata telah melakukan manipulasi dan telah melakukan pengutipan tidak benar hasil Mahkamah Partai atau manipulasi," kata Idrus.
Itulah sederetan perjuangan Ical di jalur hukum. Sementara di jalur politik Ical terus melakukan konsolidasi dengan DPD I pendukungnya. Beberapa DPD I yang loncat ke kubu Agung dipecat, namun kemudian jadi kontroversi baru lantaran kubu Agung yang diakui Kemenkum HAM.
Melalui upaya perlawanan itu Ical seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya masih digdaya. Namun di luar itu, kubu Agung Laksono terus mengklaim pendukung Ical rontok.
"80% DPD II ke kita, DPD I juga terus berdatangan," kata Ketua DPP Golkar kubu Agung, Leo Nababan, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (19/3/2015).
Sekjen Golkar Zainuddin Amali saat diwawancara terpisah mengungkap derasnya dukungan yang mengalir ke Agung cs. Rupanya di Golkar banyak kader yang cepat realistis begitu Menkum HAM menerbitkan surat pengakuan terhadap Kongres Ancol.
"Karakteristik orang Golkar itu menjunjung tinggi asas legalitas, sehinggaโ siapapun yang dapat legalitas untuk memimpin partai dan jalankan organisasi, mereka pasti akan dukung. Lambat laun mereka akan lakukan itu," ucap politisi asal Gorontalo itu.
Situasi Ical kian sulit karena Agung Laksono telah mendaftarkan pengurusnya ke Kemenkum HAM. Lebih dari 80 loyalis Ical juga diakomodir di kepengurusan Agung. Ical bakal makin terjungkal kalau Agung mengantongi SK Menkum HAM dalam waktu dekat.
Lalu apakah rontoknya pendukung Ical adalah tanda-tanda Ical akan tamat? Atau Ical justru mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk memegang kembali posisi puncak di beringin?
(van/nrl)











































