Roadshow Agung Laksono Cs dan Harapan Satukan KMP-KIH

Roadshow Agung Laksono Cs dan Harapan Satukan KMP-KIH

- detikNews
Kamis, 19 Mar 2015 12:13 WIB
Roadshow Agung Laksono Cs dan Harapan Satukan KMP-KIH
Zainudin Amali
Jakarta - Setelah mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM, DPP Golkar yang dipimpin Agung Laksono langsung roadshow menemui satu persatu pimpinan partai politik. Ada satu misi yang dibawa, yaitu melebur Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Kita berharap 10 partai politik di parlemen melebur, semua menyatu menjadi koalisi DPR," kata Sekjen Golkar Zainudin Amali kepada detikcom, Kamis (19/3/2015).

Zainudin mengatakan, keputusan Golkar keluar dari KMP adalah keputusan Munas ke-IX Partai Golkar di Jakarta. β€ŽDia optimis penghapusan koalisi permanen di parlemen bisa terwujud jika melihat situasi politik saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terutama, jika mengacu pada komunikasi yang mulai terjalin dengan pimpinan parpol yang sudah ditemui, yaitu NasDem, PPP, Hanura, PKB dan PAN. Terlebih jika dicermati, PAN di bawah Zulkifli Hasan relatif lebih cair dalam memposisikan diri di parlemen.

Zulkifli bahkan lebih dulu meminta media berhenti menulis KMP dan KIH sejak kisruh alat kelengkapan dewan di DPR. Terbukti kini Zulkifli berbeda sikap dengan KMP menolak hak angket bagi Menkum HAM Yasonna Laoly yang digalang kubu Aburizal Bakrie di DPR.

Maka tinggal Demokrat, Gerindra dan PKS yang belum ditemui Agung Laksono Cs. Demokrat sudah jelas tidak di KMP ataupun KIH. Karenanya Zainudin berharap SBY, Prabowo dan Anis Matta sebagai pimpinan partai realistis melihat DPR tidak perlu dikotakkan secara permanen dalam koalisi.

"Kita berharap tidak adaβ€Ž lagi pembelahan, kita dukung saja pemerintah. Toh, kalau mau berkompetisi lagi nanti saja Pemilu 2019," tegas anggota DPR RI asal Gorontalo itu.

β€Ž"Pengelompokan parpol saat dan setelah pemilu, kita harapkan sudah selesai. Jadi kita cairkan suasana. Kita di parlemen ya menyatu bagaimana jalankan fungsi pengawasan, legilasi dan budgeting tanpa harus melihat lagi kubu siapa kubu siapa. Tujuannya menyatu untuk bekerja efektif dan hasilnya bagi rakyat," tegas Zainudin.

(iqb/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads