"Kita berharap 10 partai politik di parlemen melebur, semua menyatu menjadi koalisi DPR," kata Sekjen Golkar Zainudin Amali kepada detikcom, Kamis (19/3/2015).
Zainudin mengatakan, keputusan Golkar keluar dari KMP adalah keputusan Munas ke-IX Partai Golkar di Jakarta. βDia optimis penghapusan koalisi permanen di parlemen bisa terwujud jika melihat situasi politik saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli bahkan lebih dulu meminta media berhenti menulis KMP dan KIH sejak kisruh alat kelengkapan dewan di DPR. Terbukti kini Zulkifli berbeda sikap dengan KMP menolak hak angket bagi Menkum HAM Yasonna Laoly yang digalang kubu Aburizal Bakrie di DPR.
Maka tinggal Demokrat, Gerindra dan PKS yang belum ditemui Agung Laksono Cs. Demokrat sudah jelas tidak di KMP ataupun KIH. Karenanya Zainudin berharap SBY, Prabowo dan Anis Matta sebagai pimpinan partai realistis melihat DPR tidak perlu dikotakkan secara permanen dalam koalisi.
"Kita berharap tidak adaβ lagi pembelahan, kita dukung saja pemerintah. Toh, kalau mau berkompetisi lagi nanti saja Pemilu 2019," tegas anggota DPR RI asal Gorontalo itu.
β"Pengelompokan parpol saat dan setelah pemilu, kita harapkan sudah selesai. Jadi kita cairkan suasana. Kita di parlemen ya menyatu bagaimana jalankan fungsi pengawasan, legilasi dan budgeting tanpa harus melihat lagi kubu siapa kubu siapa. Tujuannya menyatu untuk bekerja efektif dan hasilnya bagi rakyat," tegas Zainudin.
(iqb/trq)











































