Pertemuan digelar pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB di Mapolda Kalbar, Jl A Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (19/3/2015). Ketua Satgas Mas Ahmad Santosa dan Irjen Kementerian Kelautan Perikanan Andha Fauzie Miraza langsung disambut Brigjen Arief beserta jajarannya di lobi Mapolda.
Dengan senyum hangat, Arief langsung membawa Ota dan jajarannya ke ruangan. Mereka lalu berdiskusi singkat soal perjalanan dan situasi kejahatan di Kalbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, diskusi lebih serius berlanjut ke ruang rapat. Arief membuka diskusi dengan menyatakan komitmennya mendukung penegakan hukum pencurian ikan di Kalbar.
"Komitmen kami semuanya bahwa siap mendukung seluruh program Pak Jokowi tentang Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata mantan Direksus Mabes Polri ini.
Sementara Ota, sapaan akrab Mas Achmad Santosa menyampaikan pentingnya proses penyidikan cepat dan efisien, menimbulkan efek gentar dan pengembalian kerugian uang negara.
"Karena itu, kami memohon dukungannya kepada Pak Kapolda untuk sama-sama bersinergi memberantas IUU Fishing," ucap Ota yang disambut baik oleh Arief.
Di Polda Kalbar, sudah ada beberapa kasus pencurian ikan yang ditangani. Khusus untuk kapal asing, Polda Kalbar sudah menangani satu kasus kapal Thailand pada tahun 2014.
Perkara itu kini sudah berkekuatan hukum tetap san tersangkanya ditahan.
Ke depan, Polda Kalbar siap terus membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan, baik para penyidik dan lainnya untuk membasmi pencuri ikan.
(mad/vid)











































