Ketika tengah berkibar, Razman Nasution beberapa kali melontarkan pernyataan di media. Tak sedikit di antaranya yang menyerang pihak lain. Menarik disimak untuk mengenang pernyataan-pernyatan Razman yang kini menjadi penghuni Lapas Cipinang itu.
Dari 2010 lalu Razman berstatus sebagai terpidana setelah MA menolak kasasi yang diajukannya. Di tingkat pertama dan banding, Razman dinyatakan bersalah atas kasus penganiayaan terhadap Nurkholis Siregar di Kompleks DPRD Cemara Madina Blok C, Mandailing Natal, pada bulan November 2004. Di pengadilan tinggi, Razman dijatuhi hukuman tiga bulan penjara yang kemudian dikuatkan di tingkat kasasi. Razman dinyatakan bersalah sesuai pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP tetapi dia tidak dikenai pidana penjara.
Meski begitu Razman selama ini tak kunjung dieksekusi jaksa. Malah, setelah lima tahun bebas, Razman muncul di tengah kasus yang menerpa Komjen Budi Gunawan. Dia menjadi salah satu pembela Kepala Lemdikpol yang dijerat sebagai tersangka kasus Komjen BG tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbas dari reputasi dadakan yang didapatnya dari kemenangan terhadap KPK membuat Razman menjadi laris disewa tersangka KPK untuk mengajukan praperadilan. Yang menggunakan jasa Razman kemudian adalah Sutan Bhatoegana. Tak hanya itu saja, Razman juga ditunjuk pimpinan DPRD DKI untuk melaporkan Gubernur DKI Basuki T Purnama ke Bareskrim.
Pada saat mengawal para kliennya itulah, Razman beberapa kali melontarkan pernyataan menyerang ke pihak-pihak lain. Berikut pernyataan-pernyataan Razman itu:
Menyindir Ahok yang Lagi Sakit
|
|
"Gubernur Provinsi DKI Jakarta dalam kesempatan terakhir dalam keadaan sakit, semoga cepat sembuh. Jangankan rakyat marah, nyamuk pun marah," kata Razman Arif Nasution saat diwawancarai wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/3/2015).
Razman yang juga pengacara Komjen BG ini datang ke Bareskrim mewakili tujuh anggota DPRD DKI Jakarta. Sosok bertubuh tambun ini melaporkan Ahok dengan dugaan pasal fitnah.
Tujuh anggota DPRD DKI yang melaporkan Ahok itu adalah Abraham Lunggana alias Lulung, Maman Firmansyah, Tubagus Arif, Haji Nawawi, Bambang Kusumanto, Haji Sarifudin, dan Prabowo Sunirman. Razman optimistis Polri menyidik laporannya. "Saya yakin dan percaya Mabes Polri, Reksrim akan bertindak cepat dan profesional," imbuh dia.
Menyerang Buya Syafii dan Komjen Suhardi Alius
|
|
Dengan nada tinggi,Β menuding Buya Syafii Maarif ada hubungan saudara dengan Komjen Suhardi Alius, mantan Kabareskrim Polri. Pangkal permasalahan, dia menilai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berbicara di luar kewenangannya sebagai Tim 9, dimana Syafii menilai Komjen Saud Usman dan Suhardi Alius layak masuk dalam bursa calon Kapolri.
"Saya minta Pak Syafii Maarif ngomong ada enggak hubungan famili dengan Pak Suhardi Alius? Beliau diberi kewenangan untuk berbicara tentang negara ini untuk urusan Tim 9, menilai tentang Pak BG, bukan menilai Kinerja Kompolnas," ujar Razman di Bareskrim Polri, Senin (9/2/2015). "Saya minta Pak Syafii Maarif stop untuk bicara yang bukan kewenangannya," imbuhnya.
Bermula dari pemberitaan sebuah media yang menyebutkan bahwa Kepala BNPT Komjen Saud Usman dan Komjen Suhardi Alius dinilai layak masuk bursa calon Kapolri menggantikan Komjen BG yang batal dilantik. "Saya bukan menyerang pribadi, tapi kenapa enggak sebut saja, atau mungkin dia kecewa dengan tidak masuknya Suhardi Alius (bursa Kapolri)? Sebut saja supaya calon kapolri itu Suhardi Alius," ujarnya.
Minta Tim Independen Dibubarkan
|
|
"Saya katakan tim independen tidak independen, salah satunya Oegroseno, lalu Jimly. Diimbau sebaiknya mengundurkan diri," kata Razman di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/1/2015).
Presiden, kata Razman, memiliki Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres yang sebaiknya digunakan Presiden Jokowi untuk dimintai pertimbangan. "Mintalah pendapat mereka. Jangan bentuk sana sini, nanti presiden sendiri yang bingung," ujarnya.
Razman mempertanyakan keberadaan tim independen yang dibentuk Jokowi tanpa dibekali Keppres. "Bahwa tim independen yang dibentuk oleh Jokowi setahu saya surat keputusan blm ada," katanya.











































