Pantauan detikcom, Rabu (18/3/2015) sore, rumah yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Sapan, Kampung Babakan Ciparay RT 01 RW 6 Desa Rancakasumba Kecamatan Solokan Jeruk itu, terlihat sepi. Meski siang hari, lampu teras menyala. Terlihat mobil Xenia silver terparkir di halaman rumah. Tidak terlihat ada kehidupan dalam rumah, karena kaca jendela warna gelap. Tirai rumah juga ditutup.
Dua helai kertas ukuran HVS dipasang di pintu dan dinding rumah. "Tidak bisa/tidak berkenan diwawancarai dengan alasan kesehatan." Demikian tulisan yang tertera di atas kertas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik warung itu mengaku tidak mengetahui persis kejadian Mahfouzt yang akan bunuh diri. "Itu kan pagi, saya lagi mengurus anak mau sekolah. Tahu-tahu sudah ramai di depan rumah," ujarnya.
Namun sepengetahuannya, Mahfouzt sudah pulang ke rumah, setelah sempat dibawa ke Klinik Marlina yang jaraknya sekitar 2 kilometer.
Ia mendengar kabar dari media massa bahwa Asyahnaz yang ditangkap di Turki dengan dugaan akan bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Namun ia mengaku tak membuat pandangannya kepada keluarga Mahfouzt jadi berbeda.
"Itu kan anaknya, dan kan baru dugaan ya," cetusnya.
Mahfouzt diduga akan bunuh diri dengan menenggak racun serangga pada Selasa (17/3/2015). Dalam kondisi lemas, ia langsung dibawa ke sebuah klinik. Ia pulang ke rumah tanpa harus rawat inap.
(ern/try)