"Kalau kita lihat data terakhir, kalau lihat di provinsi itu, misalnya Nusa Tenggara Timur, untuk SMA sudah selesai 100 persen untuk SMK sudah 100 persen, Kalbar 97 persen sampai 100 persen, Maluku 99,8 persen, yang masih agak rendah Sulawesi Tenggara 25 persen dan Papua 99 persen, Papua Barat sudah 97 persen dari sisi presentase sudah hampir semuanya masuk. Jatim SMA 87 persen, SMK 100 persen, Jakarta 99 persen dan Jabar 100 persen," kata Anies.
Hal ini dikatakannya usai melakukan sidak di PT Pertja yang berlokasi di Jalan Rawa Gelam, kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (18/3/2015). PT Pertja mencetak soal UN untuk Kepri, Jambi dan Sumsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perencanaan sudah, makanya kita monitoring di lapangan dari hari ke hari. Yang penting sekarang percetakannya beres. Ini untuk Kepulauan Riau sore ini atau besok berangkat. Untuk Jambi tanggal 22 dikirim, pencetakannya sudah," terangnya.
Untuk kerahasiaan soal, Anies mempercayakan hal tersebut kepada percetakan. Soal-soal tersebut juga nantinya akan disegel. Bahkan pemerintah telah membuat kesepakatan dengan pihak percetakan soal keamanan soal UN.
"Pinaltinya jelas. Sudah ada perjanjiannya, lengkap dan konsekuensinya itu bukan saja konsekuensi komersial tapi juga konsekuensi legal dan sekarang kita buka transparan kok. Bisa dilihat di website Kemendikbud, update hari per hari perkembangannya dan kita monitor juga," kata Anies.
Dijadwalkan UN untuk SMA dilakukan pertengahan bulan April, sedang SMP bulan Mei.
(fiq/nrl)











































