Pemerintah Kesulitan Menyaring Tujuan WNI ke Luar Negeri

Pemerintah Kesulitan Menyaring Tujuan WNI ke Luar Negeri

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2015 18:02 WIB
Pemerintah Kesulitan Menyaring Tujuan WNI ke Luar Negeri
Jakarta - Enam belas warga negara Indonesia akan dideportasi oleh Turki yang ditemukan di perbatasan Suriah. Berkaca dari peristiwa ini, pemerintah berupaya mengantisipasi modus serupa agar tak terulang.

"Ini masih dibahas di tingkat bawah. Kalau misalkan ada warga yang mau ke luar negeri, masa kita larang? Kita kan tidak bisa baca pikiran orang. Bisa saja mereka mengaku mau Umroh atau mau wisata ke Timur Tengah," tutur Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).

Tedjo kemudian menyatakan bahwa 16 WNI yang ditemukan di perbatasan Suriah itu menggunakan tujuan kepergian untuk berlibur. Tetapi di tengah perjalanan, mereka memisahkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kan tidak bisa melarang. Kalau misal ada anak Anda diajak ke luar negeri, memangnya bisa dilarang? Siapa tahu kan sedang ingin berlibur. Makanya ini sedang kita bahas," imbuh Tedjo.

Ada pula istri dari teroris asal Sumatera Utara bernama Dayah yang berangkat ke Suriah. Perempuan asal Lamongan itu menyusul kakaknya bernama Huda yang terlebih dahulu terbang ke Suriah.

Tedjo menepis anggapan bahwa kepergian perempuan itu akibat gagalnya program deradikalisasi. Menurut dia hal itu hanya kasuistik saja.

"Begini, dalam program itu ada yang berhasil dan ada yabg tidak. Sebenarnya banyak yang berhasil, tetapi ada isu kecil yang tak berhasil tapi dibesar-besarkan," pungkas Tedjo.

Dia kemudian menambahkan bahwa belum ada rencana memberi sanksi bagi 16 warga yang akan dideportasi tersebut. Termasuk mereka yang menyatakan ingin menetap di Turki.

(bpn/vid)


Berita Terkait