Sekitar 29 mahasiswa dan mahasiswi dari Himpunan Ilmu Komunikasi Unisma Bekasi turun ke jalan Pemuda, Bekasi, Rabu (18/3/2015). Mahasiswa tersebut mendatangi pengendara roda dua dan roda empat.
Mereka menenteng kardus air mineral yang di bagian depannya tertera poster Asyani yang mengenakan baju tahanan. Pengendara yang lewat memberikan bukan hanya uang koin melainkan uang kertas seribu dan dua ribu. Bahkan ada juga yang memberikan lebih dari itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi, Badriyah, menyatakan, aksi penggalangan ini bukti keprihatinan atas hukum di Indonesia yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Aksi hari ini merupakan hari pertama penggalangan koin untuk Asyani di luar lingkungan kampus. Sebelumnya, pihaknya sudah menggalang dana dari mahasiswa-mahasiswa di lingkungan kampus dan sudah terkumpul Rp 300 ribu.
Penggalangan dana akan berlangsung selama 2 minggu. Namun bila dalam waktu satu minggu, dana sudah banyak, maka akan segera diserahkan ke Asyani.
"Nanti kita akan koordinasi dengan rekan-rekan di Situbondo dan diserahkan ke Nenek Asyani untuk kebutuhan hidupnya," kata Badriyah.
Asyani mendekam di tahanan selama 3 bulan 1 hari. Janda miskin itu dijebloskan ke tahanan sejak 15 Desember 2014 lalu dengan tuduhan pencurian kayu jati di lahan Perhutani. Meski saat ini bisa keluar penjara, nasib Asyani masih akan ditentukan dalam pembuktian persidangan.
(nik/nrl)











































