Mereka saling memaki dan saling tunjuk. Tyara tak terima dengan sikap panitera yang menurutnya tidak melayani kebutuhan semua pihak yang beracara di PN.
"Saya datang dari jam 10.00 WIB, sampai sekarang sidang nggak mulai-mulai padahal hakimnya ada," teriak Tyara kepada panitera di PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga sudah di sini dari tadi," katanya.
Keributan itu memancing orang-orang yang berada di lokasi tersebut. Bahkan adu mulut yang cukup keras ini sempat mengganggu jalannya sidang di ruangan di sampingnya.
Petugas keamanan kemudian menutup pintu sidang dan melerai keduanya. Mereka diminta untuk saling berdamai. Panitera yang mengenakan jilbab dan seragam PNS warna cokelat tersebut kemudian turun ke lantai 1 dan enggan dimintai keterangan.
"Dia dibayar negara. Seharusnya melayani kami dengan baik. Saya datang baik-baik untuk melaporkan kehadiran saya, tapi dia malah nunjuk-nunjuk," urai Tyara masih dengan nada emosi.
Tyara kemudian diminta oleh petugas keamanan agar menjauh dari pintu ruang sidang. Menurutnya, tak hanya kali ini ia mendapati perlakuan panitera yang kurang profesional di PN Jakpus. Ia bahkan menduga panitera 'bermain' perkara.
"Saya duga keras ada kepentingan panitera dalam perkara saya," ujarnya.
Tyara mengatakan, kali ini ia akan membela kliennya bernama Revalina terkait pelanggaran pidana pasal 274 KUHP tentang pemalsuan. Hari ini rencana agenda persidangan adalah duplik. Hingga saat ini sidang untuk perkara tersebut belum dimulai.
(kff/vid)











































