Tak Tertarik Alutsista Tempur, Menhan Pilih Kemanusiaan daripada Perang

Laporan dari Malaysia

Tak Tertarik Alutsista Tempur, Menhan Pilih Kemanusiaan daripada Perang

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2015 14:16 WIB
Tak Tertarik Alutsista Tempur, Menhan Pilih Kemanusiaan daripada Perang
Langkawi - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tak tertarik meningkatkan alutsista Indonesia, khususnya untuk perang. Dirinya lebih tertarik membeli peralatan SAR untuk bencana alam.

"Saya lebih condong (beli) untuk kemanusiaan. Nggak ada lagi bunuh-bunuhan kita ini ya. Kemanusiaan," kata Ryamizard saat diwawancarai wartawan di acara Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA), Malaysia, Rabu (18/3/2015).

"Pesawat terbang, helikopter untuk ngangkut (saat) bencana alam, itu yang paling penting. Perang sama siapa kita? Nggak ada perang lagi," sambung Ryamizard menegaskan seraya tertawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ryamizard mengaku datang ke event LIMA ke-13 untuk melihat-lihat berbagai alutsista modern yang dipamerkan di sana. Ia mengunjungi beberapa booth, seperti booth Rosoboroneexport (Rusia), booth industri pertahanan dirgantara Malaysia, booth perusahaan pertahanan dan keamanan asal Swedia, Saab, dan lain-lain.

"Mana yang bagus dilihat, yang bagus dan bisa transfer teknologi," imbuh Ryamizard.

Disinggung terkait ketertarikan TNI membeli pesawat tempur Gripen besutan Saab, Ryamizard mengaku tidak tahu menahu. Gripen sendiri334 diketahui merupakan salah satu pesawat tempur yang dilirik TNI untuk menggantikan pesawat F-5E/F Tiger yang memasuki masa pensiun.

"Ah, saya nggak tahu (ketertarikan TNI membeli Gripen). Tertarik sih semua tertarik. Lihat Sukhoi tertarik, semua tertarik. Kita cari yang bagus, yang pas untuk kita," ucap Ryamizard.

(bar/vid)


Berita Terkait