Cerita Ahok Soal PNS DKI Eselon IV yang Minta Jadi Staf

Cerita Ahok Soal PNS DKI Eselon IV yang Minta Jadi Staf

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2015 13:42 WIB
Cerita Ahok Soal PNS DKI Eselon IV yang Minta Jadi Staf
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dalam tiga bulan terakhir pasca perombakan besar-besaran di jajaran PNS DKI telah menerima pengunduran diri sejumlah pejabat. Dia pun menceritakan salah satu di antara mereka.

Dikatakannya, ada salah seorang perempuan tengah mengandung di Dinas Kebersihan dengan golongan Eselon IV. Dengan alasan kondisi kesehatan, pejabat itu langsung meminta untuk dikembalikan jadi staf.

"Yang mundur tuh yang hamil, Eselon IV. Dia kirim surat kok, dia bilang baru hamil kedua dan punya anaknya masih kecil. Dia di Dinas Kebersihan, dia nggak sanggup setiap hari mesti di lapangan," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kamu Eselon IV nggak di lapangan kan nanti ngisi poinnya kena (nggak maksimal), daripada nggak bisa isi poin dan dipecat, lebih baik dia mundur," imbuhnya.

Lanjut Ahok, perempuan yang tidak disebutkan namanya itu mundur agar masih memiliki reputasi yang baik ke depannya. "Dia harap kalau anaknya sudah besar catatan kariernya masih baik," terang Ahok.

Sebelum ini, mantan Bupati Belitung Timur tersebut juga mengatakan sejumlah lurah dan camat ingin mundur dari jabatannya. Alasannya beragam, mulai dari tidak kuat dengan beban kerja hingga faktor umur menjadi penyebabnya.

"Banyak yang nggak sanggup jadi lurah mungkin karena nggak bisa dapat duit lagi kerja enak lagi karena sekarang lebih keras. Nggak apa-apa masih ada orang juga kok. Kalau jadi gubernur seperti saya juga mungkin banyak yang nggak tahan dari pagi sampai malam terima gaji doang, nggak mau korupsi," kata Ahok, Selasa (17/3).

"Sudah ada beberapa yang SMS saya minta berhenti jadi lurah ada. Terlalu tua minta ke bagian lain karena nggak sanggup turun terus ke lapangan. Kan lurah camat kita paksa harus bersihin selokan terus. (Alasannya) Nggak sanggup, umur," sambungnya.

(aws/vid)


Berita Terkait