RI Minta Kejelasan Soal Mandat Utusan Tsunami PBB
Minggu, 06 Feb 2005 16:03 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meminta penjelasan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Khofi Anan terkait dengan mandat Utusan Khusus Tsunami PBB Bill Clinton. Hal itu terkait pernyataan jubir PBB bahwa utusan khusus itu juga mendapat mandat untuk menyelesaikan konflik RI-GAM. Menurut SBY, PBB menghormati sikap pemerintah RI yang tidak ingin membawa masalah dengan GAM itu ke kancah internasional. "Masalah GAM adalah masalah dalam negeri. Pemerintah tidak akan membawanya ke kancah internasional," ujarnya disela-sela acara dialog dengan petani di Desa Sukamana, Jonggol, Kabupaten Bogor, Minggu (6/2/2005). Dikatakan SBY, dirinya telah menelepon Anan, Jumat (4/2/2005) lalu. Dalam pembicaraan itu, Anan menegaskan mandat yang diberikan kepada mantan presiden AS itu untuk mengkoordinir bantuan dari pihak swasta internasional kepada negara yang terkena tsunami, termasuk Indonesia. Seperti diberitakan, PBB telah menyampaikan klarifikasi tentang berita yang memuat pernyataan jubirnya. Pemerintah Indonesia cukup puas dengan klarifikasi itu namun untuk menegaskannya SBY menelepon Khofi Anan.
(rif/)











































