Tol Laut Dianggap Solusi Jangka Panjang Urai Kemacetan Tol JORR

Masalah dan Solusi

Tol Laut Dianggap Solusi Jangka Panjang Urai Kemacetan Tol JORR

Salmah Muslimah - detikNews
Rabu, 18 Mar 2015 13:23 WIB
Tol Laut Dianggap Solusi Jangka Panjang Urai Kemacetan Tol JORR
Ilustrasi kemacetan di Tol JORR (Foto: dokumen detikcom)
Jakarta -

Para pengguna Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) menyampaikan sejumlah usulan untuk mengurai kemacetan yang semakin parah. Usulan itu beragam mulai dari jangka pendek dan jangka panjang, di antaranya pembangunan Tol Laut dan tol di atas tol.

detikcom lalu menyampaikan usulan tersebut kepada pihak pengelola tol PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ). Dirut PT JLJ Aan Sanaf mengatakan usulan pembangunan tol merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan.

Misalnya soal pembangunan Tol Laut yang dinilai bisa mengakomodir kendaraan berat seperti truk yang harus menempuh perjalanan jauh. Aan mengatakan pembangunan tol ini sebagai solusi yang bisa mengurai kemacetan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemisahan antara angkutan jarak jauh dan jarak dekat memang dibutuhkan, sehingga kendaraan tidak saling mengganggu. Dengan adanya tol laut, maka distribusi barang jarak jauh tidak bercampur dengan lalu lintas perkotaan," kata Aan kepada detikcom, Selasa (17/3/2015) malam.

Tol Laut diusulkan pengguna jalan Tol JORR karena mengingat janji Presiden Jokowi untuk mengurai kamacetan di Jakarta dan memajukan perekonomian Indonesia. Bentuk tol laut Jokowi bukanlah jalan tol di atas laut seperti di Bali, namun sebuah sistem logistik sistematis berbasis laut.

Tol laut yang dimaksud adalah membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang berputar tanpa henti dari Sabang hingga Merauke, tujuannya agar ekonomi efisien dan merata. Nantinya akan ada kepal-kapal besar yang bolak-balik di laut Indonesia, sehingga biaya logistik menjadi murah. Salah satu proyek tol atas laut adalah jalur Cirebon-Surabaya yang digagas konsorsium 19 BUMN. Tol ini dirancang akan membentang di perairan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Dengan adanya Tol Laut pengiriman barang dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya bisa dialihkan melalui tol laut. Sehingga volume truk yang masuk jalan tol seperti Tol JORR bisa dikurangi.

Selain Tol Laut, usulan lainnya adalah membangun tol di atas tol mengingat sempitnya lahan yang ada di Jakarta. Selain tol di atas tol bisa juga dibangun Jalan Layang Non Tol (JLNT) untuk mengurai kemacetan yang ada.

Menanggapi ini, Aan mengatakan hal tersebut merupakan ide yang baik dan secara teknik mungkin untuk dilakukan. "Namun secara jangka panjang belum dapat menyelesaikan masalah, karena kapasitas jalan akan cepat dipenuhi oleh kendaraan baru," kata Aan.

Menurutnya pembangunan infrastruktur tanpa didukung oleh adanya transportasi massal yang baik tidak bisa menyelesaikan masalah kemacetan yang semakin menjadi.

"Solusi ini (pembangunan jalan) bersifat sementara, tanpa adanya transportasi massal, maka usia pertambahan fasilitas ini tidak lama," ujarnya.

Usulan lainnya adalah untuk segara mempercepat akses Tol Lingkar Utara dari Tanjung Priok-Bekasi. Sehingga truk atau mobil yang akan ke Karawang atau Jawa bisa melewati jalur utara dan selatan.

"Ide yang baik, dengan adanya lingkar luar kedua dan Bekasi-Tanjung Priok, maka lalu lintas jarak jauh tidak bercampur dengan lalu lintas perkotaan," ujarnya.

Pihak pengelola menyambut baik usulan yang diajukan para pengguna jalan. Sebagai operator, JLJ mendukung ide tersebut. Namun semua ide tersebut harus dibicarakan oleh pihak-pihak terkait. JLJ sendiri sudah mengusulkan ke Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) yang berada di bawah Kementerian PU untuk membuat pembatasan jam khusus truk agar kemacetan di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore bisa dikurangi.

Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.

(slm/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads